Langsung ke konten utama

BRI Super League: Dua Tuan Rumah Persijap dan Arema FC Berbalas Gol dengan Lawannya

MENJUAL HARAPAN - Persijap menjamu PSIM Yogyakarta, dan Arema FC berhadapan dengan Madura United di pekan ke-14 Super League 2025-2026.

Persijap Jepara berhadapan dengan PSIM Yogyakarta berlangsung digelar di Stadion Gelora Bumi kartini, Jepara, Selasa malam (23/12/2025). Sedangkan Arema FC kontra Madura United berlangsung digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (23/12/2025).

Duel Persijap Jepara yang berada di papan bawah melawan PSIM yang berada di papan atas, sejak kickoff babak pertama sangat menegangkan saling adu serangan ke pertahanan lawannya.

Serangan demi serangan yang diperagakan kedua tim ini, terus menghiasi selama empat puluh lima menit babak pertama, yang berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan sesungguhnya berusaha bangkit untuk mencuri poin, utamanya tuan rumah Persijap yang ngotot dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan PSIM Yogyakarta, namun serangan tuan rumah Persijap ini baru membuahkan gol pada menit ke-50 lewat tendangan Adzikry Fadillah.

Tuan rumah unggul sementara, dan PSIM Yogyakarta yang tertinggal lebih dulu, tidak tinggal diam meningkatkan rancang bangun serangannya ke pertahanan Persijap, namun masih belum membuahkan hasil gol.

Saling menekan pertahan lawan, kedua tim terus menerus mendesain serangan dari berbagai penjuru lapangan. Dan PSIM Yogyakarta tampak ambisi menyamakan gol lebih dahulu dengan aksi serangan para pemainnya, akan tetapi hingga pertandingan di waktu normal habis, kedudukan tidak alami perubahan.

Waktu normal pertandingan habis, dan kedudukan masih dipegang unggul oleh tuan rumah Persijap, namun sayang di waktu tambahan, tuan rumah lengah dan gawang kipernya kebobolan lewat tendangan Riyatno Abiyoso pada menit ke-90+5, sehingga kedudkan menjadi sama 1-1.

Kedudukan sama ini hingga pertandingan berakhir, dan kedua tim raih satu poin.

Persijap Jepara kini masih berada di papan bawah urutan ke-17 dengan koleksi 9 poin, sementara PSIM Yogyakarta berada di urutan ke-5 dengan mengoleksi 23 poin klasemen Super League 2025-2026 pekan keempat belas ini.

Kemudian, pada pertandingan di sore harinya di hari yang sama Arema FC menjamu Madura United.

Kedua kesebelasan ini, saling berbalas gol, dimana gol pertama tuan rumah lebih dahulu unggul pada menit ke-37 lewat tendangan Ikhsan Lestaluhu ke gawang kiper Madura United. Kemudian, Madura United membalasnya pada menit ke-43 yang dicetak oleh Luiz Marcelo Morais dos Reis.

Kedudukan sama 1-1 ini hingga turun minum.

Usai turun minum, tuan rumah berinisiatif menekan dengan serangannya ke pertahanan Madura United, namun para pemain Madura United dengan sigap menghadang aliran bola para pemain tuan rumah, sehingga buntu.

Madura United yang masih dalam tekanan pemain Arema FC, tampak bergeliat dengan aksi serangan balik ke pertahanan Arema FC, dan pada menit ke-53 Luiz Marcelo Morais dos Reis berhasil menggetarkan gawang kiper Arema FC, sehingga kedudukan berubah menjadi Arema FC 1-2 Madura United.

Tertinggal 1-2, tuan rumah Arema FC tidak mau kehilangan muka di hadapan para pendukungnya, terus meringsek pertahanan Madura United, dan tujuh menit kemudian (60’), Iksan Lestaluhu kembali mencetak gol kedua untuk timnya, dan kedudukan gol menjadi sama 2-2.

Dengan kedudukan gol sama ini, tingkat serangan kedua tim juga tidak mengendur, justru makin meningkat yang berusaha untuk memenangkan pertandingan ini, namun hingga pertandingan berakhir, kedudukan tidak alami perubahan gol.

Berkat saling berbalas gol ini, Arema FC dapat satu poin, dan kini berada di posisi ke-11 dengan mengoleksi 18 poin, sedangkan Madura United dengan nambah satu poin dari pertandingan ini berada di urutan ke-14 dengan mengoleksi 14 poin pada klasemen sementara BRI Super League pekan ke-14. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...