Langsung ke konten utama

Malut United Berbagi Poin dengan Arema FC, Dewa United Petik Kemenangan Lawan Persita

MENJUAL HARAPAN - Malut United menjamu Arema FC pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026, dan berakhir dengan skor gol 1-1. Sementara Dewa United lawan Persita petik kemenangan tipis 1-0.

Duel Malut United dengan Arema FC sungguh sengit, utamanya tuan rumah langsung tancap gas, dan pada menit ke-2 sudah berhasil membobol gawang kiper Arema FC.

Gol Malut United dicetak oleh Tyronne del Pino, namun hingga turun minum kedudukan masih tetap 1-0.

Usai istirahat, kedua kesebelasan kembali ke lapangan, dan kedua tim berusaha mencuri kemenangan. Namun menit ke-47 (atau menit ke-2 babak kedua) Arema FC berhasil menyamakan gol lewat tendangan Ian Lucas, sehingga kedudukan sama 1-1.

Dengan kedudukan gol sama, tuan rumah Malut United berusaha melancarkan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Arema FC, namun kandas. Begitu juga Arema FC menggencarkan tekanan ke pertahanan Malut United, namun tidak membuahkan hasil gol.

Waktu pertandingan makin tipis, kedudukan belum alami perubahan lagi, dan bahkan hingga pertandingan berkahir kedudukan sama, 1-1.

Hasil berbagi poin ini, Malut United kini berada di urutan ke-5 dengan koleksi 22 poin, sementara Arema FC berada di posisi ke-10 dengan koleksi 17 poin klasemen sementara.

Baca juga: Hujan Gol Persis Vs PSM Makasar

Pada pertandingan lainnya, Dewa United versus Persita Tangerang, dan Dewa United berhasil menang dengan skor gol 1-0.

Gol semata wayang Dewa United dicetak melalui tendangan penalti Alex martins Ferreira pada menit ke-37.

Duel antara Dewa United ini tampak ketat, hingga pertandingan berkahir tidak ada gol kembali yang terjadi.

Kedudukan 1-0, membawa Dewa United berada di posisi ke-14 dengan 13 poin, sementara Persita Tangerang berada di urutan ke-7 dengan koleksi 19 poin pada klasemen sementara pekan ke-13 BRI Super League 2025-2026. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...