Langsung ke konten utama

Bali United Vs Persis Solo, dan Persita Melawan Malut United Tanpa Gol

 

MENJUAL HARAPAN - Pekan kedua belas BRI Super League 2025-2026 pada Minggu (23/11/2025) menyuguhkan pertandingan antara Bali United melawan Persis Solo, dan Persita Tangerang menjamu Malut United.

Bali United menjamu Persis Solo berlangsung digelar di Stadion I Wayan Dipta, dan berakhir tanpa gol.

Begitu juga dengan duel Persita Tangerang yang melawan Malut United di Stadion Indolik Arena, berakhir imbang tanpa gol.

Dua tuan rumah, Bali United dan Persita Tangerang berbagi satu poin dengan tim lawannya, yaitu Persis Solo, dan Malut United.

Berkat hasil pertandingan ini, Bali United kini berada di posisi ke-11 dengan koleksi 11 poin, sementara Persis Solo berada di zona degradasi dengan 7 poin pada klasemen sementara pekan ke-12 BRI Super League 2025-2026.

Adapun, Persita Tangerang atau “Pendekar Cisadane” dari hasil pertandingan pekan ke-12 ini, kini berada di urutan ke-6 dengan koleksi 19 poin, dan Malut United di urutan ke-5 dengan 21 poin.

Inilah sepuluh besar klasemen BRI Super League pekan kedua belas.

Klub

Poin

T 

M 

S 

K 

GM

GK

SG

1. Borneo FC

33

11

11

0

0

24

4

+20

2. Persija

26

12

8

2

2

25

12

+13

3. Persib

22

10

7

1

2

15

6

+9

4. PSIM

22

12

6

4

2

16

13

+3

5. Malut United

21

11

6

3

2

19

12

+7

6. Persita

19

12

5

4

3

15

12

+3

7. Bhayangkara FC

18

12

5

3

4

11

8

+3

8. Persebaya

16

11

4

4

3

13

11

+2

9. Arema FC

16

12

4

4

4

18

17

+1

10. PSM Makasar

15

11

3

6

2

15

9

+6

 

(S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...