Langsung ke konten utama

Hasil Liga Inggrsi 2025-2026 Awal Pekan Ketiga

 


MENJUAL HARAPAN - Premier League 2025/2026 di awal pekan ketiga. Kita menyaksikan bukan sekadar skor, tetapi dinamika taktik, mentalitas tim, dan arah kompetisi yang mulai terbentuk.

Peserta Liga Inggris yang bertanding di awal pekan ketiga, sudah berlangsung dua belas tim yang berlaga pada Sabtu (30/8/2025). tim-tim yang sudah berlaga, yaitu: Manchester United (Man Utd) versus Burnley,  Leeds menjamu Newcastle, Sunderland melawan Brentford, Tottenham berhadapan dengan Bournemouth, dan Wolves versus Everton, serta Chelsea lawan Fulham.

Rekap hasil pertandingan pekan ketiga (Sabtu, 30 Agustus 2025) sebagai berikut:

Pertandingan

Skor Akhir

Catatan Kunci

Manchester United vs Burnley

3–2

MU bangkit, tapi lini belakang masih rapuh

Leeds vs Newcastle

0–0

Pertahanan solid, kreativitas minim

Sunderland vs Brentford

2–1

Sunderland tampil agresif dan efisien

Tottenham vs Bournemouth

0–1

Kejutan! Spurs tumpul di kandang

Wolves vs Everton

2–3

Everton tampil klinis, Wolves makin terpuruk

Chelsea vs Fulham

2–0

Chelsea dominan, Fulham tak berkutik

 Klasemen Sementara (Top 7)

Pos

Tim

Poin

Selisih Gol

1

Chelsea

7

+6

2

Arsenal

6

+6

3

Tottenham

6

+4

4

Liverpool

6

+3

5

Everton

6

+2

6

Sunderland

6

+2

7

Bournemouth

6

0

Sumber klasemen: Premier League 2025/2026 standings

Analisis

Manchester United: Menang 3–2 atas Burnley, tapi kemenangan ini lebih mencerminkan ketegangan daripada dominasi. Lini serang mulai klik, namun pertahanan masih rentan. Bruno Fernandes dan Matheus Cunha tampil sebagai motor serangan, tapi koordinasi lini belakang perlu evaluasi mendalam.

Chelsea: Tim paling konsisten sejauh ini. Kemenangan 2–0 atas Fulham menunjukkan kedalaman skuad dan efektivitas taktik. Mereka tak hanya memimpin klasemen, tapi juga memimpin dalam jumlah operan dan tembakan per laga—indikasi tim yang mengontrol ritme permainan.

Tottenham: Kekalahan dari Bournemouth di kandang adalah alarm dini. Meski tetap di posisi ketiga, hasil ini menunjukkan bahwa dominasi awal bisa goyah jika kreativitas lini tengah tak segera ditingkatkan.

Sunderland: Tim kejutan! Kemenangan atas Brentford menegaskan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi. Dengan 6 poin dari 3 laga, mereka menunjukkan karakter dan determinasi yang bisa mengganggu tim-tim besar.

Catatan Taktis & Tren Awal

Tim-tim papan atas seperti Chelsea dan Arsenal menunjukkan efisiensi tinggi: sedikit kebobolan, banyak mencetak gol.

Tim-tim papan tengah seperti MU, Leeds, dan Newcastle masih mencari konsistensi.

Tim-tim terbawah seperti Wolves dan West Ham belum meraih poin, dan menunjukkan kelemahan struktural yang serius. (S-267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...