Langsung ke konten utama

Australian Open 2026: Rachel/Febi Amankan Tiket 16 Besar, Devin/Faathir Terhenti di Babak Awal

Rachel/Febi, Ganda putri Indonesia di Australia Open 2026 (Foto dok pbsi.id)

MENJUAL HARAPAN – Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, sukses mengawali langkah mereka di ajang Australian Open 2026 dengan kemenangan dramatis.

Berlaga di babak 32 besar pada Selasa (9/6/2026), unggulan kelima tersebut berhasil menaklukkan wakil Korea Selatan, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, melalui pertarungan rubber game dengan skor 16-21, 21-16, 21-15.

Kunci Ketenangan Rachel/Febi

Sempat kehilangan gim pertama akibat bermain terlalu terburu-buru, Rachel/Febi mampu melakukan penyesuaian strategi di dua gim berikutnya.

"Di gim kedua dan ketiga, kami coba lebih tenang lagi dalam bertahan (defense), lebih mengatur, dan lebih kontrol permainan," ujar Febi usai pertandingan.

Febi juga menegaskan bahwa status mereka sebagai juara bertahan justru dijadikan sebagai pemantik semangat, bukan sebagai beban di atas lapangan. Sementara itu, Rachel menyoroti pentingnya manajemen fisik setelah rangkaian jadwal padat di Indonesia Open pekan lalu.

"Setelah masuk semifinal Indonesia Open, kami lebih menjaga pola istirahat dan conditioning. Makan dan tidur teratur agar bisa terus fit," tambah Rachel. Pengalaman mereka yang sudah familiar dengan kondisi di Australia juga menjadi faktor pendukung keberhasilan mereka hari ini.

Evaluasi untuk Devin/Faathir

Di sektor ganda putra, nasib berbeda dialami oleh Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. Langkah mereka harus terhenti di babak 32 besar setelah takluk dari pasangan Hong Kong, Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai, dengan skor 17-21, 21-11, 13-21.

Devin mengakui bahwa kekalahan ini dipicu oleh masalah klasik, yakni lambatnya start pada gim penentuan dan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan secara beruntun.

"Kami harus belajar bagaimana mengatasi situasi ketika sedang tertinggal," ungkap Devin.

Senada dengan pasangannya, Ali Faathir Rayhan menyebutkan bahwa konsistensi fokus dan variasi pola permainan menjadi catatan krusial untuk evaluasi ke depan. "Kami tidak boleh monoton. Kami harus bisa membaca pola lawan dan mencari cara untuk meredamnya," pungkas Faathir. (*Sjs_267)

 

Sumber Berita: pbsi.id "Australian Open 2026: Rachel/Febi Menang Rubber Game, Devin/Faathir Langsung Terhenti-faathir-langsung-terhenti/"

Artikel lainnya baca disni


Baca juga:

Inggris Gunduli Kosta Rika dengan Skor 3-0 

Persiapan Laga Piala Dunia, Portugal Berhasil Taklukkan Nigeria 

Pesta Gol di Lapangan: Argentina Hancurkan Islandia 3-0

Reformasi Birokrasi Polri: Menakar Urgensi Penyesuaian Batas Usia Pensiun dalam RUU Polri Terbaru

Tren Positif Skuad Garuda: Indonesia Merangkak Naik di Ranking FIFA Usai Libas Mozambik



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presiden Prabowo Subianto Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

  Presiden Prabowo Subianto lantik Sudaryono sebagai BGNdi Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo   MENJUAL HARAPAN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan BGN untuk memperkuat akselerasi dan pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) . Pengangkatan Sudaryono tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional . Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu langsung pengambilan sumpah jabatan yang diucapkannya secara khidmat oleh pejabat terlantik . “Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Repub lik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Donny Ernawan dan Yos Sunitiyoso Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr MENJUAL HARAPAN JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) . Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pengangkatan kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia . Dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, kedua pejabat yang dilantik menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan amanah dengan penuh integri tas dan tanggung jawab . “Bahwa saya ...