Langsung ke konten utama

Man City Tidak Mampu Tundukkan Papan Bawah Nottingham Forest

 

MENJUAL HARAPAN - Manchester City tidak mampu mempertahakan keunggulannya saat lawan Nottingham Forest pada laga lanjutan pekan ke-29 Premier League 2025/2026.

Babak pertama, tuan rumah Manchester City mampu unggul 1-0 hingga turun minum.

Keunggulan sementara tuan rumah dengan gol pembuka yang dicetak oleh Antoine Semenyyo pada menit ke-31. Namun, pada babak kedua Nottingham Forest dengan penuh antusias berhasil menekan pertahanan Machester City, sehingga pada menit ke-56, Morgan Gibbs-White berhasil membobol gawang kiper Manchester City.

Kedudukan sama menjadi 1-1, duel keduanya makin sengit, Manchester City sebagai tim papan atas dan bermain di kandang sendiri tentu beraimbisi memenangkan pertandingan ini. Sehingga serangan demi serangan ke pertahanan Nottingham Forest nyaris tiada henti.

Serangan para pemain tuan rumah baru membobol gawang kiper Nottingham Forest pada menit ke-62 melalui tendangan Rodri.

Manchester City kembali unggul 2-1 dari Nottingham Forest. Namun tampaknya Nottingham Forest tidak menyerah terus bangkit dengan serangan-serangannya ke pertahanan tuan rumah.

Baca juga: Dua Papan Atas Aston Villa Vs Chelsea, Chelsea Menang

Serangan Nottingham Forest akhrirnya berhasil menyamakan kedudukan gol menjadi 2-2. gol kedua Nottingham forest ini dicetak oleh Elliot Anderson.

Tuan rumah kembali disamakan golnya oleh tim tamu, pertandingan ini di sisa-sisa waktu babak kedua justru makin tinggi akselerasi penenakan ke masing-masing lawannya. Utamanya para pemain Manchester City terus menekan dengan ambisi memenangkan laga ini di markas sendiri di Ethihad Stadium yang digelar pada Kamis dini hari WIB (5/3/2026).

Hasil akhir Manchester City versus Nottingham Forest ini, tuan rumah manchester City tetap berada di urutan ke-2 dengan mengoleksi 60 poin, sedangkah Nottingham Forest kini berada di posisi ke-17 dengan mengleksi 28 poin klasemen Liga Inggris 2025/2-26 pekan kedua puluh sembilan. (S_267) 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...