MENJUAL
HARAPAN — Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz, menegaskan bahwa
keberhasilan pembangunan infrastruktur digital tidak cukup hanya diukur dari
luasnya cakupan jaringan, tetapi juga dari kualitas layanan yang diterima
masyarakat.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI ke Bekasi, Jawa
Barat, Mahfudz mengapresiasi kinerja Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan
Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Komdigi), namun sekaligus
mengingatkan perlunya peningkatan mutu layanan internet.
“Di Jawa Barat sebagian besar kebutuhan konektivitas sudah
terpenuhi. Namun, masih ada beberapa titik yang harus kita perbaiki. Apresiasi
perlu kita berikan kepada BAKTI Komdigi karena pemerintah telah melakukan upaya
maksimal dalam memenuhi kebutuhan internet, telekomunikasi, dan informasi,”
ujar Mahfudz.
Dari Cakupan ke Kualitas
Data pemaparan menunjukkan jaringan 4G di Jawa Barat telah
mencakup 97,79 persen wilayah dan
menjangkau 99,98 persen populasi. Dari total
5.957 desa, sebanyak 5.873 desa sudah terlayani penuh oleh jaringan 4G. Namun,
Mahfudz menilai persoalan utama kini bergeser: bukan lagi soal cakupan,
melainkan kualitas dan pemanfaatan layanan.
Dari 1.316 titik layanan yang diukur pada Juni 2026, sekitar lima persen masih memiliki kapasitas di bawah 10 Mbps, terutama
di fasilitas pendidikan dan kantor pemerintahan. Kondisi ini dianggap
menghambat pemanfaatan internet untuk kegiatan belajar mengajar, pelayanan
kesehatan, penyelenggaraan pemerintahan, dan aktivitas ekonomi.
Titik Blank di Dekat Perkotaan
Mahfudz juga menyoroti adanya daerah termarginalkan yang
letaknya tidak jauh dari pusat perkotaan, bahkan dari Jakarta. Ia mencontohkan
wilayah Pandeglang yang masih memiliki titik-titik blank spot. Hal ini
menunjukkan bahwa masalah konektivitas tidak hanya terjadi di daerah 3T, tetapi
juga di kawasan yang relatif dekat dengan pusat aktivitas.
Pemetaan dan Anggaran Tepat Sasaran
Politisi Fraksi PKS tersebut mendorong pemerintah untuk
melakukan pemetaan lebih rinci terhadap wilayah tanpa sinyal maupun daerah
dengan kualitas jaringan rendah. Menurutnya, pemetaan yang akurat akan
memastikan anggaran pembangunan infrastruktur digital diarahkan secara tepat
sasaran.
“Anggarannya perlu ditingkatkan dan kerjanya juga perlu
dimaksimalkan. Tujuannya bukan hanya agar seluruh wilayah terkoneksi, tetapi
agar masyarakat benar-benar memperoleh layanan yang berkualitas dan dapat
dimanfaatkan secara produktif,” tegas Mahfudz. (*S_267)
Sumber: dpr.go.id " Mahfudz: Pemerataan Internet Harus Diikuti Peningkatan Kualitas Layanan" (diakses, 11/7/2026)
Baca juga:
Legislator Dorong BAKTI Komdigi Perluas Konektivitas Digital ke Daerah 3T
Prospek Ditjen Baru Kemenag: Menakar Efektivitas Dana Takis Rp4 Triliun untuk Kuasa Sektor Pesantren
Diplomasi Kertanegara: Menakar Kedekatan Prabowo, Dinasti Shinawatra, dan Visi Global Danantara
Komentar