MENJUAL HARAPAN — Di tengah padatnya agenda domestik dan
internasional, kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara,
Jakarta, kembali menjadi saksi bisu terjadinya diplomasi tingkat tinggi yang
cair namun strategis. Pada Rabu malam, 8
Juli 2026, Presiden Prabowo menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Thailand
periode 2001–2006, Thaksin Shinawatra, yang datang memboyong keluarganya.
Pertemuan ini
menarik perhatian pengamat politik internasional karena dilakukan tepat setelah
Presiden Prabowo melepas keberangkatan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di
Bandara Yogyakarta International Airport pada hari yang sama.
Reuni Hangat Dua Poros Kekuatan Kawasan
Sekretaris
Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan malam itu
berlangsung dalam atmosfer yang sangat hangat, santai, dan penuh keakraban. Kertanegara malam itu bukan sekadar ruang formal
kepresidenan, melainkan panggung bertemunya sahabat lama yang saling bertukar
pikiran mengenai lanskap geopolitik.
"Dalam
suasana santai, Bapak Presiden dan Thaksin juga bertukar pandangan mengenai
berbagai perkembangan strategis global serta dinamika kawasan," ujar
Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Menariknya,
Thaksin tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh putrinya, Paetongtarn
Shinawatra, yang juga merupakan mantan Perdana Menteri Thailand periode
2024–2025. Kehadiran Paetongtarn
menegaskan bahwa pertemuan ini membawa bobot pengaruh politik dinasti terbesar
di Thailand saat ini, sekaligus mempertegas hubungan emosional yang kuat antara
keluarga besar Shinawatra dengan Prabowo Subianto.
Berbagi Visi Lewat Danantara
Bagi Indonesia,
sosok Thaksin Shinawatra saat ini memiliki signifikansi taktis yang lebih dalam
dari sekadar mantan kepala negara sahabat.
Pengusaha kawakan Thailand ini diketahui turut memberikan kontribusinya bagi
penguatan ekonomi Indonesia dengan mengambil peran sebagai anggota Dewan
Penasihat Danantara.
Kehadiran Thaksin
di Kertanegara memperlihatkan bagaimana pemerintah Indonesia di bawah komando
Prabowo cerdik dalam memanfaatkan jejaring tokoh-tokoh internasional demi
kepentingan strategis nasional, khususnya melalui optimalisasi lembaga seperti
Danantara.
Mengokohkan Posisi Indonesia di Panggung
Dunia
Langkah lincah
menemui para tokoh global ini—mulai dari Modi hingga keluarga Shinawatra dalam
satu hari—merupakan bagian dari doktrin politik luar negeri Indonesia yang kian
aktif dan pragmatis di tengah ketidakpastian global.
Seskab Teddy
menegaskan bahwa pemerintah berkomunikasi secara intensif dengan para pemimpin
dunia untuk memastikan posisi tawar Indonesia tetap kokoh.
"Melalui
pertemuan-pertemuan seperti ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring
persahabatan dan komunikasi dengan para pemimpin serta tokoh dunia sebagai
bagian dari upaya memperluas kerja sama dan memperkokoh posisi Indonesia di
tengah dinamika global," pungkas Teddy. (*S_267)
Sumber Berita:
Kanal Resmi:
Siaran Pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres).
Tautan Resmi: Seskab Teddy Ungkap Pertemuan Hangat Presiden Prabowo dan Thaksin di Kertanegara, Bahas Dinamika Kawasan hingga Isu Global (Dipublikasikan pada Rabu, 8 Juli 2026, Pukul 22:18 WIB).
Ikuti berita-berita lainnya
Komentar