Langsung ke konten utama

Liga Prancis: Paris Luluhlantahkan Monaco

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-29 Liga Prancis musim 2025-2026, menyuguhkan pertandingan Paris versus Monaco yang berlangsung digelar di Stade Jean-Bouin, Sabtu dini hari WIB (11/4/2026).

Paris yang duduki papan tengah klasemen, meluluhlantahkan papan atas lima besar Monaco dengan skor gol akhir 4-1.

Gol pertama tuan rumah, Paris dicetak di menit ke-4 oleh Nanitamo Ikone, dan empat menit berikutnya Ciro Immbobile menggetarkan gawang kiper Monaco.

Duel Paris versus Monaco makin sengit saja, utamanya Monaco yang sudah kebobolan 2 gol berusaha membalasnya dengan aksi-aksi pergerakan menyerangnya, namun masih belum berhasil menciptakan gol.

Baca juga: Donyell Malen Borong Tiga Gol untuk Kemenangan Roma Vs Pisa

Babak pertama memasuki menit ke-21, serangan pemain tuan rumah tidak kalah mematikannya atas pertahanan Monaco, sehingga Nanitamo Ikone kembali menggoyangkan jaring gawang kiper Monaco.

Tiga gol sudah digenggam Paris di pertengahan permainan babak pertama ini.

Memang, penguasaan permaianan sesungguhnya Monaco mendominasi, namun sentuhan akhirnya acapkali gagal dengan hadangan pemain-pemain Paris.

Monaco akhirnya pada menit ke-36 atas serangan demi serangan berhasil mencetak gol. Gol balasan Monaco dicetak oleh Folarin Balogun, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-3.

Babak pertama makin mendekati turun minum, posisi gol masih belum kembali berubah, dan jeda pun tiba.

Baca juga: Skor Gol Freiburg Vs Celta 3-0 di Leg Pertama Liga Eropa

Usai turun minum, kedua kesebelasan kembali ke lapangan dengan ambisi memenangkan pertandingan ini. Utamanya Paris yang sudah unggul 3-1 dari Monaco.

Monaco tampak makin meningkatkan volume serangannya ke pertahanan Paris untuk memperkecil kebobolan gawangnya, akan tetapi para pemain Paris sigap menghadangnya, sehingga serangan demi serangan pemain Monaco gagal menghasilkan gol.

Duel Paris kontra Monaco makin meningkat aksi saling menekannya, dan Paris juga terus memberikan tekanan ke pertahanan Monaco. Aksi serangan pemain tuan rumah, akhirnya membuahkan gol di menit ke-71 lewat tendangan Luca Koleosho.

Baca juga: Bologna Dibantai Aston Villa di Leg Pertama Perempat Final Liga Eropa

Paris sudah raih 4 gol di tengah pertandingan babak kedua ini, sementara Monaco kendati mendominasi penguasaan bola, namun sentuhan akhirnya acapkali gagal membuahkan gol.

Waktu normal pertandingan makin tipis, Monaco masih belum kembali membalas kebobolan gawangnya.

Baca juga: Drama Porto Vs Nottingham Forest Berakhir Imbang

Tiba saatnya pertandingan pun berakhir dengan peluit panjang. Paris berhasil memenangkan pertandingan pekan ke-29, dan kini berada di urutan ke-12 dengan mengoleksi 15 poin klasemen sementara Liga Paris 2025-2026 pekan. Sedangkan Monaco sendiri masih bercokol di posisi ke-5 dengan mengoleksi 49 poin. (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...