Langsung ke konten utama

Dortmund Dikalahkan Bayern, Monchengladbach Vs Union Berlin 1-0, dan Liverkusen Vs Mainz 05 Berakhir Imbang

 

MENJUAL HARAPAN - Dortmund pada pekan ke-24 ini menjamu Bayern yang berlangusng digelar di Signal Iduna Park, Dortmund, Minggu dini hari WIB (1/3/2026)

Duel Dortmund versus Bayern ini cukup ketat, dan gol baru terjadi pada menit ke-26 untuk keunggulan sementara tuan rumah yang dicetak oleh Nico Schlotterbeck.

Keunggulan semantara tuan rumah 1-0 ini hingga turun minum. Akan tetapi, usai jeda, Bayern berusaha bangkit dengan aksi menyerang ke pertahanan Dortmund, sheingga pada menit ke-54 Harry Kane berhasil menyamakan gol menjadi 1-1.

Tidak berhenti di kedudukan sama itu, justru Bayern makin mendominasi peramainan dengan terus melakukan serangan dan menekan pertahanan tuan rumah Dortmund, sehingga terjadi pelanggaran pemain Dortmund di kotak pertahanan yang mengakibatkan kena hukuman penalti di menit ke-70.

Hadiah penalti untuk Bayern ini dipercayakan pada Harry Kane dan berhasil membobol penjaga gawang kiper Dortmund.

Kedudukan berubah menjadi Dortmund 1-2 Bayern ini, tuan rumah berusaha keluar dari tekanan Bayern, dan terus melakukan aksi menyerang ke pertahanan Bayern, dan baru berhaisl membuahkan gol pada menit ke-83 lewat tendangan Daneil Svensson, sehingga kedudukan sama menjadi 2-2.

Duel makin sengit lagi dengan ambisi kedua tim untuk memenangkan pertandingan ini. Dan tampaknya Bayern mengoptimalkannya dengan baik sehingga pada menit ke-87 berhasil membobol gawang kiper Dortmund melaui tusukan Joshua Kimmich, dan hingga berakhir laga ini, tuan rumah tidak berhasil menyamakan kedudukan gol.

Dortmund 2-3 Bayern, dan Dortmund berada di urutan ke-2 dengan mengoleksi 52 poin, sedangkan Bayern memimpin klasemen dengan mengoleksi 63 poin klasemen Bundesliga 2025-2026 pekan kedua puluh empat.

Monchengladbach versus Union Berlin pada pekan ke-24 yang berlangusng digelar di Borussia-Park, Monchengladbach.

Tuan rumah Monchengladbach berhasil petik kemenangan dengan skor gol 1-0. gol tunggal ini dicetak oleh Kevin diks pada menit ke-90+4 melalui tendangan penalti.

Kini Monchengladbach berada di urutan ke-12 dengan 25 poin, sementara Union Berlin menduduki posisi ke-10 dengan 28 poin klasemen Bundesliga pekan ke-24.

Sedangkan, Liverkusen menjamu Mainz 05 di Bay Arena, Leverkusen, dan berakhir 1-1.

Hasil imbang ini, Leverkusen kini berada di posisi ke-6 dengan 40 poin, sementara Mainz 05 berada di urutan ke-14 dengan 23 poin klasemen Liga Jerman pekan kedua puluh empat. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...