Langsung ke konten utama

Parma Selamat dari Kekalahan, Cagliari Kehilangan Momentum

 

MENJUAL HARAPAN - Drama tersaji di Stadio Ennio Tardini pada pekan ke-27 Serie A musim 2025/2026. Parma, yang sempat tertinggal lebih dulu, akhirnya berhasil menyelamatkan satu poin lewat gol telat Gaetano Cristianio di menit ke-83.

Laga kontra Cagliari pun berakhir dengan skor imbang 1-1, meninggalkan nuansa lega sekaligus kecewa bagi kedua kubu.

Jalannya Pertandingan

Cagliari sempat mencuri perhatian lebih dulu. Michael Folorunsho memecah kebuntuan di menit ke-62 dengan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Parma.

Gol itu sempat membuat tim tamu berada di atas angin, mengendalikan tempo dan menekan tuan rumah.

Akan tetapi, semangat pantang menyerah Parma akhirnya berbuah hasil. Cristianio, yang terus mencari celah, sukses menyamakan kedudukan menjelang akhir laga.

Gol di menit ke-83 itu seakan menjadi penyelamat, membuat publik Tardini bersorak lega karena tim kesayangan mereka terhindar dari kekalahan di kandang sendiri.


Dampak Klasemen

Hasil imbang ini membuat Parma tetap bertahan di posisi ke-11 dengan 33 poin. Mereka masih nyaman di papan tengah, meski peluang menembus zona Eropa belum terlihat jelas. Di sisi lain, Cagliari harus puas dengan tambahan satu poin yang menempatkan mereka di urutan ke-13 dengan 30 poin.

Pertandingan ini bukan sekadar berbagi angka. Bagi Parma, gol telat Cristianio adalah simbol ketangguhan dan semangat juang yang tak pernah padam. Sementara bagi Cagliari, kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi pelajaran berharga tentang konsistensi dan fokus hingga menit terakhir. (S_267)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...