Langsung ke konten utama

Faza/Rachel Amankan Tiket Perempat Final, Hidupkan Kembali Chemistry Lama di Jaya Raya Junior 2026


Faza Iwadh Kurnia Ramadhan/Rachel Machalul Cahya Ayu (Foto dok pbsi.id)

MENJUAL HARAPAN N — Pasangan ganda campuran U-19 Indonesia, Faza Iwadh Kurnia Ramdhan dan Rachel Machalul Cahya Ayu, sukses melangkah ke babak perempat final Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan wakil Malaysia, Khairul Azlan Khashah/Min Yi Teoh, dalam laga straight game 21-11, 21-17 pada Jumat (10/7/2026).

Kemenangan di babak 16 besar ini tidak hanya menjadi pembuktian kualitas performa mereka di lapangan, tetapi juga menandai kembalinya duet mereka setelah sempat dipisahkan oleh tim pelatih.

Mengatasi Tekanan dan Gangguan Non-Teknis

Sejak gim pertama bergulir, Faza/Rachel langsung memegang kendali permainan. Strategi yang telah mereka persiapkan berjalan dengan sangat mulus, memaksa pasangan Malaysia bertekuk lutut 21-11 di gim pembuka.

"Pertandingan tadi Alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai dengan planning yang saya siapkan sebelumnya," ujar Faza usai laga. "Sempat ada gangguan non-teknis, namun kami berhasil melewati."

Memasuki gim kedua, situasi sempat menegang saat pasangan Malaysia mencoba bangkit dan mengubah ritme. Khairul/Min Yi memanfaatkan keunggulan akurasi pukulan kencang mereka untuk menekan pertahanan Indonesia di poin-poin kritis.

Rachel mengakui bahwa dirinya sempat terbawa arus permainan cepat yang diperagakan lawan.

"Di gim pertama berjalan lancar. Namun di gim kedua pada poin-poin akhir, lawan bermain lebih menekan dan saya terbawa pola mereka untuk bermain kencang-kencang," ungkap Rachel. "Beruntung, kami bisa membatasi permainan mereka dan mengambil kemenangan."

Rachel juga menambahkan bahwa bola-bola kencang dari pasangan Malaysia tersebut sempat menyulitkan rotasi mereka di lapangan.

Reuni dan Target Realistis

Selain tiket perempat final, sorotan tertuju pada dinamika kemitraan Faza dan Rachel. Keduanya diketahui sudah dipasangkan sejak tahun 2024. Sempat mengalami bongkar pasang pemain, turnamen Jaya Raya Junior 2026 ini menjadi momentum comeback bagi duet Faza/Rachel.

Meski berhasil menunjukkan sisa-sisa chemistry yang kuat, pasangan Merah-Putih ini enggan sesumbar mengenai target muluk-muluk.

"Kami sudah berpasangan sejak 2024 namun sempat dipisahkan dan kali ini kami baru dipasangkan lagi," pungkas Faza. "Target kami mau bermain maksimal dulu saja." (*sjs_267)


Sumber Berita Utama: pbsi.id  "JAYA RAYA JUNIOR INTERNATIONAL GRAND PRIX 2026: FAZA/RACHEL INGIN BERMAIN MAKSIMAL (diakses, 14/7/2026)


Baca juga:

Membidik Hubungan Industrial Baru: Menakar Keseimbangan Jamin Kerja dan Iklim Usaha di RUU Ketenagakerjaan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengabdi di Cangkuang, Mahasiswa Universitas Nurtanio Akselerasi Program "Desa Cerdas dan Masyarakat Berdaya"

  Sekdes Cangkuang, dalam memberikan sambutan penerimaan KKNMT Universitas Unnur Bandung dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (kiri), Selasa, 28/7/2026 BANDUNG, MENJUAL HARAPAN  – Dalam upaya mereduksi kesenjangan teknologi serta mendorong kemandirian masyarakat perdesaan, mahasiswa Universitas Nurtanio (Unnur) menggelar program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) 2026 di Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Mengusung tema besar "Desa Cerdas, Masyarakat Berdaya: Digitalisasi, Literasi Menuju Desa Mandiri Berkelanjutan" , kehadiran puluhan mahasiswa berjaket almamater biru ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara pembukaan dan sosialisasi program yang berlangsung di Aula Desa Cangkuang. Sinergi Mahasiswa KKNMT Universitas Nurtanio 2026 bersama Perangkat Desa dan Warga Cangkuang di Aula Desa Transformasi Digital hingga Pemberdayaan Ekonomi Program KKNMT kali ini berfokus pada penerjemahan konsep ...

Literasi Keuangan Haji: Membentengi Masyarakat dari Narasi Disinformasi

MENJUAL HARAPAN — Di tengah rentannya publik terhadap disinformasi seputar pengelolaan dana haji , edukasi mengenai tata kelola keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi kebutuhan yang mendesak. Komisi VIII DPR RI menekankan pentingnya pemahaman masyarakat secara utuh mengenai mekanisme kerja BPKH guna menjaga kepercayaan publik terhadap akuntabilitas lembaga tersebut . Pesan tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari, dalam gelaran Sarasehan Keuangan Haji di Pamekasan, Jawa Timur , Selasa (4/8/2026) . Sebagai lembaga penyeimbang dan mitra kerja BPKH, Komisi VIII mendorong sosialisasi intensif agar masyarakat memahami rantai transparansi pengelolaan dana, mulai dari instrumen investasi hingga sistem pelaporan terbuka yang dapat diakses publik . "Masyarakat perlu mengetahui tugas BPKH, bagaimana dana haji dikelola, sistem pelaporannya, hingga manfaat yang dihasilkan. Selain melalui sosialisasi langsung seperti ini, laporan BPKH juga sangat terbuk...

21 Bulan Sumpah Istana: Anatomi Doktrin ‘Populisme Eksekutif’ Prabowo-Gibran dan Operasi Bedah Organisasi Negara

  Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI  di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres) MENJUAL HARAPAN — Di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Jumat pagi ini (14/8/2026), Presiden Republik Indonesia menyampaikan laporan pertanggungjawaban politik atas 21 bulan masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.  Berbeda dari narasi kenegaraan konvensional yang kerap dipenuhi retorika normatif, pidato berdurasi intens tersebut menyajikan cetak biru konsolidasi kekuasaan eksekutif yang agresif, terukur, dan berorientasi pada pembersihan kelembagaan negara secara radikal. Dengan menetapkan empat prinsip kepemimpinan—kepatuhan konstitusional UUD 1945, perlindungan core and vital national interest , intervensi sosial cepat, serta keberlanjutan intergenerasional—Presiden menegaskan doktrin politiknya: "Saya tidak menerima mand...