Langsung ke konten utama

Perempat Final Liga Champions: Barcelona Dibantai Atletico Madrid


MENJUAL HARAPAN - Perempat final leg kesatu UEFA Champions League 2025-2026, Barcelona berhadapan dengan Atletico Madrid.

Barcelona sebagai tuan rumah menjamu Atletico Madrid yang berlangsung diselenggarakan di Camp Nou, Kamis dini hari WIB (9/4/2026).

Kick off babak pertama, tampak kedua tim dengan ambisi memenangkan putaran pertama dari dua putaran, terlihat dengan gairah serangan yang masif diperagakan.

Serangan demi serangan yang dimainkan kedua tim menyerang dan menekan pertahanan lawannya terus menghiasinya. Namun, serangan para pemain Atletico Madrid di detik-detik babak pertama berakhir, justru menghasilkan gol. Julian Alvarez di menit ke-45 berhasil membobol gawang kiper Barcelona.

Baca juga: Perempat Final Liga Champions, PSG Berhasil Tekuk Liverpool

Atletico Madrid berhasil unggul sementara 1-0 dari tuan rumah Barcelona ini hingga jeda.

Usai jeda, Barcelona yang sudah tertinggal 0-1, berusaha bangkit meningkatkan akselerasi serangannya, namun tampak para pemain Atletico Madrid begitu sigap menghadangnya, sehingga serangan pemain Barcelona gagal.

Baca juga: Perempat Final Liga Eropa, Skor Gol Imbang Braga Vs Betis

Bercelona menekan pertahanan Atletico Madrid, begitu juga Atletico Madrid melakukan perlawanannya dengan aksi-aksi serangannya yang mengancam pertahanan tuan rumah. Dan serangan pemain Atletico Madrid pada menit ke-70 berhasil menggetarkan gawang kiper Barcelona.

Gol kedua Atletico Madrid dicetak oleh Alezander Serloth.

Baca juga: Perempat Final Liga Champions: Real Madrid Tumbang Lawan Bayern Munchen

Barcelona makin panik dengan tertinggal 0-2, akan tetapi serangan demi seringannya, terus dipatahkan pemain Atletico Madrid.

Waktu pertandingan makin tipis, tuan rumah masih belum berhasil membalasnya. Dan bahkan hingga pertandingan ini berakhir, Barcelona tumbang 0-2 lawan Atletico Madrid.

Atletico Madrid di leg pertama telah mengantongi kemenangan yang berarti, dan memiliki peluang yang besar untuk lolos ke semifinal Liga Champions 2025-2026, dalam mana pada putaran kedua Atletico Madrid menjadi tuan rumah yang sudah barang tentu dengan dukungan panatif supporternya.

Baca juga: Sporting CP Jamu Arsenal, dan Kalah di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions

Sementara, Barcelona walau masih memiliki peluang untuk lolos raih tiket semifinal, akan tetapi harus mengalahkan Atletico Madrid dengan melebih kebobolan golnya di putaran pertama. (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...