Langsung ke konten utama

Laskar Kalinyamat Persijap Tumbangkan Bhayangkara FC

MENJUAL HARAPAN - Malam di Stadion Gelora Bumi Kartini kembali membuktikan satu hal: angker bagi siapa pun yang mencoba mengusik "Laskar Kalinyamat".

Dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League musim 2025-2026, Persijap Jepara sukses memutus tren positif Bhayangkara FC dengan kemenangan tipis namun sarat drama, 2-1.

Petaka Menit Awal dan Blunder yang Mahal

Laga baru seumur jagung—bahkan mungkin penonton belum sepenuhnya duduk tenang—ketika Borja Herrera menghentak seisi stadion. Memanfaatkan kecerobohan lini belakang tim tamu melalui blunder Slavko Damjanovic di menit pertama, Herrera tanpa ampun mengubah papan skor menjadi 1-0.

Baca juga: Pekan ke-27 BRI Super League: Skor Gol Madura United Vs Persik 2-1

Bhayangkara FC, yang datang dengan modal enam laga tak terkalahkan, tampak limbung. Upaya mereka untuk bangkit justru kembali menemui jalan buntu sesaat sebelum turun minum. Kali ini, giliran Moises Wolschick yang melakukan kesalahan fatal. Bola liar tersebut disambar dengan dingin oleh Sudi Abdallah, memaksa kiper lawan memungut bola untuk kedua kalinya. Babak pertama ditutup dengan dominasi penuh tuan rumah.

Kartu Merah dan Nafas Terakhir "The Guardian"

Memasuki paruh kedua, Bhayangkara FC mencoba mengambil alih kemudi. Moussa Sidibe dan Privat Mbarga berkali-kali meneror pertahanan Persijap, namun dewi fortuna seolah menjauh.

Kondisi semakin pelik bagi tim tamu saat Dendy Sulistyawan diusir wasit pada menit ke-75, akibat pelanggaran keras terhadap Rahmat Hidayat.

Bhayangkara FC, bermain dengan sepuluh orang praktis membuat misi mengejar ketertinggalan menjadi gunung yang tinggi untuk didaki.

Meski begitu, determinasi "The Guardian" patut diacungi jempol. Di penghujung laga (menit ke-90), Moussa Sidibe akhirnya memecah kebuntuan lewat bola rebound hasil kreasi Ryan Kurnia.

Baca juga: Arema FC Pulang dengan Tiga Poin dari Markas Persita

Benteng Kalinyamat yang Tak Tergoyahkan

Sisa waktu tambahan yang cukup panjang menjadi ujian nyali bagi Persijap. Menariknya, mereka justru hampir menambah keunggulan lewat skema serangan balik Morelatto di menit ke-98. Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 2-1 tetap bertahan.

Poin Utama Laga

Rekor Berlanjut: Persijap memperpanjang nafas tak terkalahkan mereka menjadi tujuh laga beruntun.

Putusnya Tren: Bhayangkara FC terpaksa merelakan rekor enam laga tanpa kalah mereka terkubur di bumi Jepara.

Faktor Konsentrasi: Dua gol Persijap lahir dari ketidaksiapan lini belakang lawan di momen-momen krusial (awal dan akhir babak pertama).

Baca juga: Skor Gol PSIM Yogyakarta Vs PSM Makasar 1-2

Kemenangan ini menegaskan bahwa kolektivitas anak asuh Laskar Kalinyamat di kandang sendiri masih menjadi teka-teki sulit yang belum bisa dipecahkan oleh tim-tim besar sekalipun.

Hasil tiga poin pekan ini, Persijap Jepara ngantongi 25 poin, dan berada di urutan ke-14 klasemen sementara BRI Super League. Sedangkan, Bhayangkara FC berada di urutan ke-5 dengan mengumpulkan 44 poin. (Sjs_267)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengabdi di Cangkuang, Mahasiswa Universitas Nurtanio Akselerasi Program "Desa Cerdas dan Masyarakat Berdaya"

  Sekdes Cangkuang, dalam memberikan sambutan penerimaan KKNMT Universitas Unnur Bandung dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (kiri), Selasa, 28/7/2026 BANDUNG, MENJUAL HARAPAN  – Dalam upaya mereduksi kesenjangan teknologi serta mendorong kemandirian masyarakat perdesaan, mahasiswa Universitas Nurtanio (Unnur) menggelar program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) 2026 di Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Mengusung tema besar "Desa Cerdas, Masyarakat Berdaya: Digitalisasi, Literasi Menuju Desa Mandiri Berkelanjutan" , kehadiran puluhan mahasiswa berjaket almamater biru ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara pembukaan dan sosialisasi program yang berlangsung di Aula Desa Cangkuang. Sinergi Mahasiswa KKNMT Universitas Nurtanio 2026 bersama Perangkat Desa dan Warga Cangkuang di Aula Desa Transformasi Digital hingga Pemberdayaan Ekonomi Program KKNMT kali ini berfokus pada penerjemahan konsep ...

Literasi Keuangan Haji: Membentengi Masyarakat dari Narasi Disinformasi

MENJUAL HARAPAN — Di tengah rentannya publik terhadap disinformasi seputar pengelolaan dana haji , edukasi mengenai tata kelola keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi kebutuhan yang mendesak. Komisi VIII DPR RI menekankan pentingnya pemahaman masyarakat secara utuh mengenai mekanisme kerja BPKH guna menjaga kepercayaan publik terhadap akuntabilitas lembaga tersebut . Pesan tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari, dalam gelaran Sarasehan Keuangan Haji di Pamekasan, Jawa Timur , Selasa (4/8/2026) . Sebagai lembaga penyeimbang dan mitra kerja BPKH, Komisi VIII mendorong sosialisasi intensif agar masyarakat memahami rantai transparansi pengelolaan dana, mulai dari instrumen investasi hingga sistem pelaporan terbuka yang dapat diakses publik . "Masyarakat perlu mengetahui tugas BPKH, bagaimana dana haji dikelola, sistem pelaporannya, hingga manfaat yang dihasilkan. Selain melalui sosialisasi langsung seperti ini, laporan BPKH juga sangat terbuk...

21 Bulan Sumpah Istana: Anatomi Doktrin ‘Populisme Eksekutif’ Prabowo-Gibran dan Operasi Bedah Organisasi Negara

  Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI  di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres) MENJUAL HARAPAN — Di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Jumat pagi ini (14/8/2026), Presiden Republik Indonesia menyampaikan laporan pertanggungjawaban politik atas 21 bulan masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.  Berbeda dari narasi kenegaraan konvensional yang kerap dipenuhi retorika normatif, pidato berdurasi intens tersebut menyajikan cetak biru konsolidasi kekuasaan eksekutif yang agresif, terukur, dan berorientasi pada pembersihan kelembagaan negara secara radikal. Dengan menetapkan empat prinsip kepemimpinan—kepatuhan konstitusional UUD 1945, perlindungan core and vital national interest , intervensi sosial cepat, serta keberlanjutan intergenerasional—Presiden menegaskan doktrin politiknya: "Saya tidak menerima mand...