| Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (foto dok pbsi.id) |
MENJUAL
HARAPAN — Klimaks
pembuktian mental juara di sektor ganda putra U-19 ditutup dengan manis oleh
pasangan Muhammad Vito Annafsa dan Grendly Alkatib Lumintang.
Datang
sebagai unggulan ke-9, Vito/Alka sukses meruntuhkan prediksi dengan
menumbangkan kompatriotnya yang berstatus unggulan pertama, Faizal
Pangestu/Anju Siahaan, lewat duel rubber game ketat 16-21, 21-17, 21-17.
Taktik No Lob dan Sengatan Suporter Jaya Raya
Kehilangan
gim pertama akibat goyah di poin-poin tua tidak membuat mental Vito/Alka ambruk. Memasuki gim kedua dan ketiga, mereka bermain jauh
lebih berani dengan menerapkan skema permainan no lob yang agresif sesuai dengan instruksi pelatih
guna meredam keunggulan rekor pertemuan milik Faizal/Anju.
"Tadi
di game pertama kami kejar-kejaran poin dan kehilangan fokus di poin tua. Di
game kedua kami mencoba lebih yakin dan percaya diri dan memaksakan rubber game," papar
Vito. "Kunci kemenangan di game
ketiga hanya yakin dan berani aja. Lawan secara ranking dan rekor pertemuan
lebih unggul, secara pola main tadi pelatih menginstruksikan untuk bermain no lob dan lebih tahan
aja. Kedepannya kami berharap bisa konsisten seperti ini terus."
Faktor
lapangan dan status sebagai wakil tuan rumah diakui Grendly menjadi pembeda
besar dalam mendongkrak aspek psikologis mereka saat tensi pertandingan
memuncak di gim penentu.
"Main
di kandang sendiri, kami sudah terbiasa dengan suasana dan lapangannya, serta
ada tambahan suporter dari tim Jaya Raya jadi kami makin semangat dan percaya
diri. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung kami," tutup Grendly
penuh emosional. (*S_267)
Sumber Berita Utama: pbsi.id “Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026: Vito/alka Berjaya di Kandang" (diakses, 14/7/2026)
Komentar