Langsung ke konten utama

Raymond/Joaquin Gugur di Babak Pertama Japan Open 2026


Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Foto hasil tangkapan layar dari djarumbadminton.com) 

MENJUAL HARAPAN – Kerja keras ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus berakhir dengan pil pahit di babak pertama Japan Open 2026.

Menghadapi tekanan publik tuan rumah di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Rabu (15/7/2026), langkah pasangan "Merah Putih" ini dihentikan oleh wakil Jepang, Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa.

Melalui pertarungan sengit tiga gim berdurasi 59 menit, Raymond/Joaquin akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-21, 23-21, 10-21.

Tertekan Sejak Awal dan Kalah Cepat

Usai laga, Raymond Indra secara ksatria mengakui bahwa permainan mereka tidak dapat berkembang dengan maksimal sepanjang pertandingan. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi bumerang terbesar bagi pasangan muda ini.

"Pastinya hari ini tidak puas, dari gim pertama sampai ketiga tidak keluar sama sekali mainnya," sesal Raymond saat memberikan keterangan kepada tim Humas dan Media PP PBSI. "Banyak ragu-ragu, mau bertahan tidak solid dengan bola yang kencang, mau mendahului depannya tapi kami kalah cepat dari mereka," tambahnya menganalisis kelemahan taktis di lapangan.

Sinyal Rivalitas Baru di Masa Depan

Senada dengan pasangannya, Nikolaus Joaquin mengungkapkan betapa sulitnya mereka keluar dari tekanan untuk menemukan ritme permainan sejak gim pembuka. Kendati sempat menunjukkan daya juang luar biasa dengan merebut gim kedua, momentum tersebut menguap begitu saja di gim penentuan.

"Kami sudah melakukan segala cara, tapi harus diakui kami kalah hari ini," ucap Joaquin dengan legawa.

Kekalahan ini sekaligus menjadi kekalahan perdana Raymond/Joaquin dalam rekor pertemuan mereka dengan Kawabe/Matsukawa. Joaquin pun langsung menandai pasangan Jepang ini sebagai salah satu lawan tangguh yang patut diwaspadai ke depan.

"Kami sudah tahu gaya main mereka, cepat dan bertenaga. Ke depan mungkin salah satu yang menjadi pesaing kami," lanjut Joaquin.

Evaluasi Pertahanan Menuju China Open 2026

Tidak ingin larut dalam kekecewaan, Raymond/Joaquin langsung mengalihkan fokus dan bersiap melakukan pembenahan total. Mereka dijadwalkan kembali mengayun raket pada ajang bergengsi China Open 2026 yang akan berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, pada 21–26 Juli mendatang.

Sektor pertahanan menjadi catatan paling tebal dalam buku evaluasi mereka guna menghadapi karakteristik bola cepat di turnamen berikutnya.

"Minggu depan di China Open kami harus perbaiki pertahanan, disiapkan lagi, dikuatkan karena bolanya mungkin bakal mirip-mirip dengan di sini. Lajunya cukup kencang," pungkas Raymond menutup evaluasinya. (*S_267)

 

Sumber Berita: djarumbadminton.com "Japan Open 2026 - Joaquin: Kami Sudah Melakukan Segala Cara" (diakses, 15/7/2026)


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...