| Radithya Bayu Wardhana (Foto dok pbsi.id) |
MENJUAL
HARAPAN — Kontras dengan
drama di sektor U-17, laga final tunggal putra U-19 justru menjadi panggung
pembantaian taktis. Unggulan ke-10
Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, tampil menggila dengan melumat unggulan ke-7
asal Malaysia, Boon Le Lim, lewat skor mencolok 21-13, 21-9.
Ini
merupakan gelar juara perdana bagi Radithya di panggung Jaya Raya Junior
International Grand Prix.
Perang Kontrol Jurnal dan Bidikan ke
Kejuaraan Dunia
Radithya
langsung memegang kendali penuh sejak gim pertama bergulir. Menghadapi lawan yang memiliki tipikal permainan
serupa, Radithya memilih untuk menaikkan intensitas dan bermain lebih kokoh
dalam adu reli kontrol lapangan. Strategi
itu membuat Boon Le Lim frustrasi dan banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Senang
pastinya bisa juara untuk pertama kalinya di Jaya Raya Junior International
GP," ungkap Radithya pasca-laga.
"Secara permainan tadi saya sudah menyiapkan fokusnya dari awal.
Antisipasi saya dengan lawan lebih ke non-teknis aja. Lawan punya pola main
sama dengan saya yaitu bermain kontrol, jadi tadi saya mencoba bermain lebih
kuat aja."
Kampiun
di turnamen ini diakui Radithya menjadi batu loncatan penting untuk mendongkrak
kepercayaan dirinya, terutama dalam misinya menembus skuad Kejuaraan Dunia
Junior. Tak berhenti di sini, target
jangka pendek pun sudah dipatok olehnya.
"Jadi
juara di sini pastinya akan menjadi acuan saya untuk lebih percaya diri untuk
pertandingan ke depannya, terutama jika terpilih masuk tim Kejuaraan Dunia
Junior. Target saya ke depan mau juara di Kapolri Cup 2026 dan Hydroplus
Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2026," tegas Radithya.
Sumber
Berita: pbsi.id "Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026: Radit Raih Gelar Juara Perdana" (diakses, 14/7/2026)
Berbagi info lainnya disini
Komentar