Langsung ke konten utama

Postingan

Prancis Hanya Mampu Cetak Gol Lewat Penalti, Melaju ke Babak Perempat Final

MENJUAL HARAPAN - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 , Paraguay versus Prancis yang berlangsung tanding digelar di Stadion Philadelphia , Minggu dini hari WIB (5/7/2026). Dan Prancis hanya mampu mencetak gol lewat tendangan penalty Kylian Mbappe pada menit ke-70. Memang, secara statistic timnas Prancis sejak kickoff babak pertama menguasasi permainan, dan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Paraguay. Namun aksi serangan dan tekananan tidak mampu menembus pertahanan dan mengancam gawang kiper Paraguay. Hadangan demi hadangan para pemain Paraguay atas tekanan pemain Prancis, membuat Prancis makin frustasi dimana serangannya acapkali gagal tembus tembok pertahanan Paraguay. Paraguay sendiri tidak lepas memberikan ancaman terhadap pertahanan Prancis, kendati tidak membuahkan gol. Silih berganti aksi-aksi serangan yang diperagakan kedua timnas ini, hingga turun minum tidak ada gol yang terjadi. Ikuti berita lainnya Usai jeda, dan memasuki babak kedua, kedua tim berusaha bangkit un...

Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Kanada Tersingkir Babak Perempat Final Usai Digunduli Maroko

MENJUAL HARAPAN - Kanada sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 ,  Timnas Kanada tersingkir pada babak perempat final, usai duel di babak 16 besar lawan Maroko digunduli Timnas Maroko. Timnas Kanada versus timnas Maroko bertanding langsung digelar di Stadion Houston , MInggu dini hari WIB (5/7/2026), dan Kanada tidak mampu menciptakan gol, justru sebaliknya, Kanada dipereteli dengan skor gol 0-3 Maroko. Timnas Maroko mencetak tiga gol, dua gol dicetak oleh Azzedine Qunahi pada menit ke-50 dan 82, dan Soufiane Rahimi di meneti ke-90+8. Atas kekalahan 0-3 ini, Kanada sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 , tersingkir dalam turnamen berikutnya. Dan Timnas Maroko dengan berhasil mengalahkan Kanada, melaju ke babak perempat final. Jalannya duel kedua tim sejak babak pertama, Kanada berusaha terus menekan pertahanan Maroko, akan tetapi, para pemain Maroko juga tidak kalah agresifnya acapkali melakukan ancaman ke pertahanan Kanada. Silih berganti sera...

Rembun Merayap di Hulu Citarum

Hulu Sungai Citarum di Situ Cisanti (Foto hasil tangkapan layar dari Tempo.co)   MENJUAL HARAPAN - Rembun pagi itu turun dengan laku yang amat santun, merayap perlahan dari puncak-puncak Gunung Wayang seakan takut membangunkan mata air yang sedang terlelap. Di hulu Citarum, ia bertindak sebagai selimut sutra perak yang memeluk lekuk-lekuk tebing, menjaga rahasia kesucian alam yang belum terjamah oleh ketamakan. Air yang lahir dari rahim batu mengalir bening bagai air mata malaikat, meliuk bebas tanpa beban, menyapa akar-akar pohon besar yang meminumnya dengan rasa hormat. Dahulu kala, sungai ini merupakan sebuah altar peribadatan suci bagi kehidupan. Arusnya menyanyikan tembang purba tentang kesetiaan bumi kepada manusia, sebuah simfoni alam yang dideru oleh kepak sayap elang dan kecipak ikan-ikan yang menari riang di dasar lubuk. Setiap tetes airnya adalah darah kehidupan yang memberi napas pada hamparan sawah di hilir, menyuburkan peradaban yang tunduk pada hukum semesta. Manusi...

Langkah Joven/Joseph Terhenti di Perempat Final, Akui Keunggulan Menara Kembar China

Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta (foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN – Langkah ganda putra masa depan Indonesia, Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta, akhirnya harus terhenti di babak perempat final Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026. Menghadapi ketangguhan wakil China, Xin Ze Lyu/Qi Rui Sun, duet Merah Putih ini takluk dalam pertarungan dua gim langsung, 14-21, 17-21, pada Jumat (3/7). Bertanding di Yatsushiro, Jepang, Joven/Joseph harus menyadari bahwa dominasi permainan cepat dan tekanan tanpa henti dari pasangan China masih menjadi tembok tebal yang sulit mereka tembus. Tertekan Sejak Awal dan Kendala Lapangan Sejak gim pertama bergulir, Joven/Joseph langsung mendapat ujian berat. Pasangan China langsung mengambil inisiatif menyerang dan tidak memberikan ruang bagi wakil Indonesia untuk mengembangkan permainan. Akibat start yang kurang mulus, gim pertama terlepas dengan skor 14-21. Memasuki gim kedua, tantangan bertambah berat seiring perubahan kondisi lapangan. Joven/Jose...

Di Perempat Final AJC 2026: Sektor Ganda Putri Indonesia Habis Tak Tersisa

Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi (foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN  – Awan mendung menggelayuti sektor ganda putri Indonesia di ajang Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026 . Asa untuk mengamankan podium dipastikan kandas setelah dua wakil tersisa kompak menelan kekalahan dari lawan-lawannya di babak perempat final yang berlangsung di Yatsushiro , Jepang, Jumat (3/7/2026). Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi dan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri harus menyudahi perjalanan mereka lebih cepat, menyisakan pekerjaan rumah yang menumpuk bagi tim pelatih. Selsi/Halifia Tikung di Gim Kedua, Antiklimaks di Gim Penentu Perjuangan luar biasa sebenarnya sempat ditunjukkan oleh Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi . Menghadapi ketangguhan wakil Korea, Han Bi Kim/Seo Young Yeo , Selsi/Halifia terlibat pertarungan ketat tiga gim yang menguras emosi. Setelah kehilangan gim pertama dengan skor 17-21, ganda putri Indonesia ini bangkit secara dramatis di gim kedua dengan merebut kemenang...

Langkah Mayla Terhenti di Perempat Final Asia Junior Championships 2026

Mayla Cahya Afilian Pratiwi, tunggal putri Indoensia (foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN – Sektor tunggal putri Indonesia dipastikan kehilangan wakilnya di babak akhir Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026 . Langkah pebulu tangkis muda, Mayla Cahya Afilian Pratiwi , terpaksa kandas di babak perempat final (QF) setelah mengakui keunggulan wakil China, Yi Qing Yin , pada Jumat (3/7/2026). Bertanding di Yatsushiro , Mayla menyerah dalam permainan dua gim langsung dengan skor 17-21, 10-21. Kehilangan Momentum di Gim Kedua Memasuki lapangan dengan misi mengamankan tiket semifinal, Mayla sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit di gim pertama. Jual beli serangan terjadi, dan margin angka sempat terjaga ketat. Namun, kematangan penempatan bola dari Yi Qing Yin membuat Mayla harus merelakan gim pertama lepas dengan skor 17-21. Petaka justru terjadi di gim kedua. Alih-alih bangkit mengejar ketertinggalan, performa Mayla justru menurun drastis. Rentetan kesalahan sendiri ( unforced errors...