Langsung ke konten utama

Perempat Final Piala Dunia 2026: Spanyol ke Semifinal Kalahkan Belgia

MENJUAL HARAPAN - Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Timnas Spanyol versus Timnas Belgia berlangsung digelar di Stadion Los Anggeles, Sabtu dini hari WIB (11/7/2026). Dan Spanyol tumbangkan Belgia dengan skor gol 2-1.

Dengan memang 2-1 ini, timnas Spanyol melenggang ke babak semi-final Piala Dunia FIFA 2026.

Duel kedua timnas ini begitu kick off, tampak sengit dan seru dengan silih bergnti menekan pertahanan. Ancaman demi ancaman yang terjadi terhadap gawang masing-masing tim kesebelasan ini acapkali terjadi, walau tidak membuahkan hasil gol.

Timnas Spanyol terus menekan dengan aksi-aksi umpan yang diperagakannya menekan pertahanan timnas Belgia, dan usahanya baru berhasil mencetak gol ke gawang kiper Belgia pada menit ke-30 lewat tusukan tendangan Fabian Ruiz.

Spanyol unggul sementara di menit ke-30 tersebut, namun para pemain timnas Belgia usai kebobolan gawangnya, terus berusaha meningkatkan volume serangannya, dan empat menit waktu normal turun minum akhirnya Charles De Kelebaere berhasil membobol gawang kiper Spanyol, sehingga kedudukan menjadi sama 1-1.

Dalam sisa waktu normal babak pertama tinggal beberapa menit ini dengan kedudukan sama 1-1, tidak ada perubahan lagi hingga pertandingan turun minum.

Usai jeda, dan memasuki babak kedua, kedua timnas Spanyol dan Belgia berusaha bangkit dengan taktik serangannya untuk memenangkan pertandingan ini.

Duel perebutan tiket semi-final FIFA World Cup 2026 semakin sengit dalam semua lini yang diperagakan kedua timnas tersebut. Terjadi silih berganti menyerang dan menekan terhadap pertahanan lawannya makin seru, bahkan meningkat dengan ancaman-ancaman ke gawang kiper masing-masing lawan.

Waktu terus berjalan di babak kedua ini, masih belum tercipta gol lagi. Akan tetapi di sisa waktu normal dua menit lagi, yaitu menit ke-88 tekanan para pemain Spanyol terhadap pertahanan lawannya akhirnya membuahkan gol lewat tendangan Mikel Morino, dan Spanyol unggul 2-1 dari Belgia.

Belgia kembali tertinggal 1-2 dari Spanyol, berusaha mengejar di sisa-sisa waktu, akan tetapi wasit peniup peluit Panjang tanda berakhirnya pertanidngan perempat final ini.

Timnas Spanyol berhasil raih tiket semi-final Piala Dunia 2026. (S_267)

Baca juga:

Prancis Tendang Maroko di Perempat Final 

Timnas Swiss ke Babak Perempat Final Usai Menang Adu Penalti dengan Kolombia 

Asosiasi Sepak Bola Mesir Laporkan Wasit Laga Kontra Argentina ke FIFA Terkait Dugaan Standar Ganda 

Kontroversi Gol Mesir Dianulir, Argentina Melaju ke Babak Perempat Final 

Hancurkan Tuan Rumah AS 4-1, Belgia Segel Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 

Drama Menit Berdarah: Merino Singkirkan Portugal, Spanyol Segel Tiket Perempat Final 

Inggris Singkirkan Meksiko dengan Skor Gol 3-2 di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 

Haaland Dua Gol, Norwegia Tendang Brasil dari Piala Dunia 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...