Langsung ke konten utama

Play Off Leg ke-1 Liga Champions 2025-2026: Benfica Kalah Lawan Real Madrid, dan Monaco Vs PSG 2-3

 

MENJUAL HARAPAN - Play-off Legi ke-1 dari 2 leg UEFA Champions League 2025-2026, Benfica berhadapan dengan Real Madrid berlangsung digelar di Stadion Da Luz, pada Rabu dini hari WIB (18/2/2026). Sedangkan Monaco berhadapan dengan Paris Saint-Germain.

Duel Benfica versus Real Madrid tampak sejak awal babak pertama terus saling memberi tekanan demi tekanan ke pertahanan lawannya.

Madrid, akhirnya unggul 2-0 dari Benfica berkat dua gol yang dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-50.

Tertinggal 0-2, benfica memang berusaha untuk memperkecil ketertinggalannya dengan melakukan aksi serangannya ke pertahanan Madrid, namun serangannya tidak membuahkan gol.

Hasil pertandingan ini, Real Madrid sudah punya modal untuk lolos ke babak 16 besar dengan hanya imbang pada putaran kedua. Sedangkan Benfica harus berusaha keras memenangkan pertandingan di putaran kedua dengan minimal 2 gol.

Baca juga: Play Off Leg ke-1 Liga Champions 2025-2026: Galatasaray Menekuk Juventus

Pada pertandingan lainnya, Monaco vesus PSG (Paris Saint_Germain)yang terselenggara di  Stade Louis II, Monaco, Rabu dini hari WIB (17/2/2026).

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil memenangkan babak play-off putaran pertama ini dengan skor gol 3-2.

Tiga gol keunggulan dan menjadi kemenanga PSG dicetak dua gol oleh Desire Doue pada menit ke-29 dan ke-67, dan menit ke-41 dicetak Achraf Hakmi.

AS Monaco, sesungguhnya mengejutkan dengan unggul lebih dulu pada menit ke-1 dan ke-18 oleh Folarin Balogun.

Akan tetapi, akhirnya Monaco harus derita kekalahan di play-off putaran pertama Liga Champions UEFA 2025-2026.

Selain alami kekalahan tuan rumah Monaco, juga harus kehilangan salah satu pemainnya akibat terkena kartu merah pada menit ke-48.  (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...