Langsung ke konten utama

Hasil Liga Spanyol Musim 2025/2026 Pekan ke-24

 

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-24 La Liga benar-benar menghadirkan drama yang berlapis: dari kejutan di papan bawah hingga dominasi di puncak klasemen.

Mallorca vs Betis

Mallorca yang sedang berjuang keluar dari zona merah harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Gol Vedat Muriqi di menit ke-66 sempat memberi harapan, namun dua gol cepat Betis di babak pertama lewat Abde Ezzalzouli (18’) dan Cedric Bakambu (45+2’) memastikan kemenangan tim tamu 2-1.

Mallorca pun terpuruk di posisi ke-18 dengan 24 poin, sementara Betis mantap di lima besar dengan 41 poin.

Levante vs Valencia

Derby komunitas Valencia berakhir dengan senyum di kubu Los Che. Levante yang tampil di hadapan publik sendiri justru takluk 0-2. Largie Ramazani membuka skor di menit ke-64, disusul Umar Sadiq (84’) yang mengunci kemenangan.

Hasil ini membuat Levante semakin terbenam di posisi ke-19 dengan 18 poin, sedangkan Valencia naik ke peringkat 14 dengan 24 poin.

Rayo Vallecano vs Atletico Madrid

Salah satu kejutan terbesar pekan ini datang dari Rayo. Mereka menggunduli Atletico Madrid dengan skor telak 3-0. Fran Pérez (40’), Oscar Valentín (45’), dan Nobel Mendy (76’) menjadi pahlawan kemenangan.

Rayo kini keluar dari zona degradasi, duduk di posisi ke-17 dengan 25 poin. Atletico tetap di papan atas, meski tertahan di peringkat ke-4 dengan 45 poin.

Real Madrid vs Real Sociedad

Di Santiago Bernabéu, Real Madrid menunjukkan mengapa mereka layak disebut penguasa klasemen. Empat gol dicetak beruntun oleh Gonzalo García Torres (5’), Vinícius Júnior lewat penalti (25’ dan 48’), serta Federico Valverde (31’).

Real Sociedad hanya mampu membalas lewat penalti di menit ke-21. Skor akhir 4-1 membuat Madrid semakin kokoh di puncak dengan 60 poin, sementara Sociedad tertahan di posisi ke-8 dengan 31 poin.

Real Oviedo vs Athletic Bilbao

Real Oviedo sempat memberi harapan lewat gol Ilyas Chaira (30’), namun Bilbao bangkit di babak kedua. Mikel Jauregizar (58’) dan Oihan Sancet lewat titik putih (71’) membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Oviedo makin terpuruk di dasar klasemen dengan 16 poin, sedangkan Bilbao merangkak ke posisi ke-9 dengan 31 poin.

Catatan

Pekan ke-24 ini memperlihatkan kontras yang tajam.

Zona degradasi makin panas dengan Mallorca, Levante, dan Oviedo yang gagal memanfaatkan laga kandang.

Tim papan atas seperti Madrid dan Betis semakin konsisten, sementara Atletico justru tergelincir.

Rayo Vallecano menjadi sorotan dengan kemenangan sensasional atas Atletico, bukti bahwa tim papan bawah masih bisa mengguncang hierarki La Liga.

Jika tren ini berlanjut, perebutan tiket Eropa dan drama degradasi akan menjadi dua panggung paling menarik hingga akhir musim. (*_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...