Langsung ke konten utama

Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa: Persaingan Ketat di Awal Laga


Foto hasil tangkapan layar dari website https://harian.disway.id 


MENJUAL HARAPAN - Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa sudah mulai masuki fase awal, dan penuh kejutan pada Juni 2025.

Inggris berhasil menang tipis 1-0 atas Andorra, namun hasil ini memicu kekecewaan pelatih Thomas Tuchel karena performa tim yang dianggap kurang meyakinkan. Sementara itu, Belanda menunjukkan dominasi dengan kemenangan 2-0 atas Finlandia, memperkuat posisi mereka di grup masing-masing.

Di Grup L, Kroasia mencuri perhatian dengan kemenangan telak 7-0 atas Gibraltar di Stadion Algarve, Portugal, pada 7 Juni 2025. Kemenangan ini menempatkan Kroasia di puncak klasemen grup, menunjukkan kekuatan ofensif mereka. Sebaliknya, Italia menghadapi tantangan berat setelah kalah 0-3 dari Norwegia, membuat posisi mereka di Grup I, terancam dan memicu kekhawatiran akan kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Persaingan di zona Eropa terkenal ketat, banyak tim besar seperti Italia menghadapi tekanan untuk bangkit setelah hasil buruk di laga awal. Sistem kualifikasi yang memberikan tiket langsung hanya kepada juara grup dan runner-up membuat setiap pertandingan krusial. Tim-tim seperti Kroasia dan Belanda tampaknya lebih siap, sementara Inggris dan Italia perlu memperbaiki konsistensi mereka.

Adapun hasil pertandingan terbaru menunjukkan bahwa tim-tim kecil seperti Gibraltar masih kesulitan bersaing, namun, kejutan seperti kemenangan Norwegia atas Italia membuktikan bahwa tidak ada tim yang bisa dianggap remeh. Beberapa laga tersisa di babak penyisihan grup, persaingan diperkirakan akan semakin sengit menjelang penentuan tim yang lolos ke putaran final di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Kualifikasi zona Eropa ini, menjadi panggung bagi pelatih dan pemain untuk membuktikan kemampuan mereka di bawah tekanan. Bagi penggemar sepak bola, dinamika kualifikasi Eropa menawarkan drama dan ketegangan yang tidak boleh dilewatkan, dengan setiap gol dan kekalahan berpotensi mengubah nasib sebuah tim. (S-267)

Sumber: sport.detik.com, antaranews.com, harian.disway.id, informasi dari unggahan X.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Drama 8 Gol di Giuseppe Meazza, Inter Milan Comeback dan Libas Udinese 5-3

MENJUAL HARAPAN — Pertandingan spektakuler diwarnai hujan delapan gol tersaji pada giornata ke-4 Serie A 2026/2027 saat Inter Milan menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Nerazzurri berhasil bangkit dan mengunci kemenangan dramatis 5-3. Laga dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Udinese tampil menggebrak sejak awal babak pertama dan membuat publik tuan rumah terhenyak lewat gol cepat James Abankwah pada menit ke-9. Tujuh menit berselang, giliran Jürgen Ekkelenkamp yang mengoyak jala Inter pada menit ke-16, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Udinese. Tersengat oleh dua gol kejutan tersebut, Inter Milan langsung merespons dengan menaikkan tempo permainan. Usaha keras anak-asuh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 lewat aksi Carlos Augusto yang memperkecil kedudukan. Gelombang serangan Inter berlanjut hingga Nicolò Barella sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-35. Keduduka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...