Langsung ke konten utama

Persijap Telan Kekalahan Lawan Persik


 

MENJUAL HARAPAN - Pekan ketujuh BRI Super League musim 2025/2026, Persijap Jepara menjamu Persik Kediri, telah kekalahan 0-2.

Laga Persijap versus Persik berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (27/9/2025).

Jalannya pertandingan babak pertama, tuan rumah di hadapan pendukungnya, menit ke-18 kebobolan gawangnya. Gol pembuka Persik dicetak oleh Jose Enrique Rodriques.

Tuan rumah Persijap Jepara berusaha membalasnya dengan aksi-aksi serangan ke pertahanan Persik Kediri, namun ambisi menyamakan gol masih kandas.

Aksi serangan kedua kesebelasan ini, silih berganti menekan pertahanan lawannya, namun hingga babak pertama berakhir, tidak alami perubahan gol.

Usai istirahat, babak kedua dimulai, dan kedua kesebelasan memasuki lapangan, tuan rumah Persijap Jepara berusaha bangkit dari ketertinggalan 0-1.

Volume serangan tuan rumah, semakin massif ke pertahanan Persik Kediri, akan tetapi, para pemain Persik sigap menghadang untuk menggagalkan tekanan tuan rumah.

Waktu pertandingan terus berjalan, namun kedua tim masih belum membuat gol hingga menit ke-80 babak kedua.

Baca juga: Pendekar Cisadane Bungkam Juara Bertahan Persib

Alih-alih menyamakan gol, tuan rumah justru pada menit ke-89 gawang kipernya kembali kebobolan. Gol kedua Persik dicetak oleh Willaim Lugo, dan Persik unggul 2-0 atas Persijap hingga pertandingan berakhir.

Baca juga: Dewa United Ditahan Imbang Persebaya

Kini, Persijap Jepara berada di posisi ke-13 dengan 8 poin, sedangkan Persik Kediri dengan raih tiga poin pada laga ini, kini berada di urutan ke-7 dengan 10 poin klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 pekan ketujuh. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...