Langsung ke konten utama

Borneo FC Taklukkan Tuan Rumah Bhayangkara FC dengan Skor Gol 2-1

 

MENJUAL HARAPAN - Stadion Sumpah Pemuda, tempat berlangsungnya duel Bhayangkara FC versus Borneo FC pada Sabtu sore WIB 97/2/2026).

Laga pekan ke-20 BRI Super League musim 2025-2026, Bhayangkara FC unggul lebih dahulu pada menit ke-45+4 lewat kontribusi Jean Befolo Mbarga.

Satu gol unggul di babak pertama ini, tuan rumah Bhayangkara FC sampai turun minum.

Selepas jeda, kedua kesebelasan kembali ke lapangan, dimana tuan rumah yang sudah unggul di babak pertama, berusaha menambah pundi golnya dengan aksi-aksi menyerang pertahanan Borneo FC.

Akan tetapi, serangan tuan rumah kandas, dan giliran serangan para pemain Borneo FC ke pertahanan tuan rumah, tekanan pemain-pemain Borneo FC ke pertahanan Bhayangkara FC, akhirnya berhaisl membobol gawang kipernya.

Menit ke-50 Komang Teguh berhasil menyamakan gol menjadi 1-1.

Dua puluh tujuh menit (77’) kemudian, tuan rumah kembali kebobolan gawang kipernya. Gol kedua Borneo FC dicetak oleh Ikhsan Zikrak yang membawa keunggulan dan sekaligus kemenangan bagi pasukan Pesut Etam.

Waktu jua yang mengakhiri pertandingan antara Bhayangkara FC versus Borneo FC. Dan Borneo FC pada laga ke-20 ini berhasil petik tiga poin dari tuan rumah.

Hasil ini membawa Borneo FC dengan mengoleksi 46 poin mendekati dan sekaligus membayang-bayangi tim Persib Bandung yang berada di puncak klasemen dengan koleksi 47 poin.

Sementara, Bhayangkara berada di urutan ke-9 dengan mengoleksi 26 poin pada klasemen BRI Super League pekan ini.

Adapun pertandingan pada Minggu, 8 Januari 2026 dijadwalakan tim-tim yang berlaga:

Semen Padang Vs Persita Tangerang

PSBS Biak Vs PSM Makasar

Persija Jakarta Vs Arema FC

(S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...