Langsung ke konten utama

Komitmen Bupati Citra Pitriyami dalam Menjaga Mutu Pelayanan di RSUD Pandega

Foto hasil tangkapan layar dari hasanah.id

MENJUAL HARAPAN - Di tengah dinamika pelayanan publik, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menunjukkan langkah konkret dalam menjamin hak dasar warga di sektor kesehatan1. Beliau secara intensif turun tangan mengawal mutu layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega agar tetap berada pada standar yang optimal.

Langkah pemantauan yang dilakukan oleh Citra bukanlah sebuah agenda seremonial belaka, melainkan sebuah aksi yang dilakukan secara berkelanjutan. Intensitas pengawasan ini menjadi bukti nyata bahwa kepala daerah ingin melihat langsung bagaimana denyut nadi pelayanan kesehatan berdetak di fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut.

Kehadiran Bupati di RSUD Pandega memiliki tujuan yang sangat mendasar, yakni memastikan bahwa setiap prosedur medis berjalan dengan aman dan layak bagi pasien. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memenuhi standar mutu pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan secara ketat.

Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang berupaya menghadirkan layanan profesional. Bagi pemerintah daerah, kualitas layanan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga sejauh mana layanan tersebut berorientasi pada kepentingan dan kepuasan masyarakat luas.

“Kami ingin memastikan RSUD Pandega terus memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat,” ungkap Citra saat memberikan keterangan pada Minggu (21/12). Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah sebagai pelayan publik yang ingin menjamin fungsi maksimal dari setiap fasilitas kesehatan yang ada.

Menurut Citra, pengawasan rutin merupakan instrumen vital yang menjadi bagian penting dalam ekosistem medis. Melalui pengawasan yang ketat dan terjadwal, setiap potensi kendala dapat dideteksi lebih dini guna menjaga serta meningkatkan mutu pelayanan medis secara berkelanjutan1.

Visi jangka panjang dari langkah pengawasan ini adalah agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan terbaik. Hal ini dipersiapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak saat ini, namun juga sebagai fondasi bagi sistem kesehatan yang handal di masa mendatang1.

Beliau juga menambahkan bahwa pengawasan yang konsisten sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak bagi seluruh elemen rumah sakit. Dengan adanya evaluasi yang terus-menerus, diharapkan setiap bagian pelayanan termotivasi untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas secara mandiri.

Citra menaruh harapan besar agar melalui berbagai upaya perbaikan ini, RSUD Pandega dapat bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan yang unggul. Target akhirnya adalah menjadikan RSUD Pandega sebagai institusi medis yang mampu memberikan pelayanan profesional dan sepenuhnya terpercaya bagi masyarakat. (Sb_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...