Langsung ke konten utama

Valencia Derita Kekalahan Lawan Real Madrid, Atletico Madrid Ditaklukkan Betis

MENJUAL HARAPAN - Valencia tentu kecewa alami kekalahan saat menjamu Real Madrid di markasnya sendiri pada pekan ke-23 La Liga.

Laga pekan ke-23 berlangsung digelar di Mastalla, Senin dini hari WIB 99/2/2026), Madrid taklukkan tuan rumah dengan skor gol 2-0.

Memang, jalannya pertandingan babak pertama yang dengan volume tinggi slaing menekan pertahanan lawannya hingga turun minum tidak ada gol satu pun yang terjadi.

Usai jeda, kedua tim kembali memasuki lapangan, tuan rumah beursaha bangkit dengan terus menekan pertahanan Madrid, namun tidak terjadi gol.

Real Madrid juga melakukan aksi serangan yang masif ke pertahanan tuan rumah, dan pada menit ke-65 baru membuahkan gol yang dicetak oleh Alvaro Carreras.

Tertinggal 0-1 dari Madrid, tuan rumah beruaha membalasnya, namun serangannya buntu dihadang para pemain Madrid.

Baca juga: Bilbao Taklukkan Levante, Sevilla Vs Girona Imbang 1-1

Masih kedudukan belum berubah lagi hingga pertandingan memasuki detik-dekik berkahir. Akan tetapi di menit ke-90+1 Madrid kembali membobol gawang kiper Valencia.

Gol kedua Real Madrid dicetak Kyilian Mbappe, dan Madrid hingga pertandingan berakhir meraih kemenangan dengan gol 2-0.

Hasil ini, Valncia tanpa poin kini berada pada urutan ke-17 dengan 23 poin, dan Real Madrid duduki posisi ke-2 dengan mengoleksi 57 poin klasemen Liga Spanyol pekan ke-23.   

Baca juga: Pekan ke-23 Liga Spanyol: Real Sociedad Taklukkan Elche, Gatefa Permalukan Alaves

Adapun pada pertandingan lainnya, Atletico Madrid versus Betis yang sama-sama berada di papan atas ini cukup sengit.

Namun, kali ini Atletico Madrid harus mengakui keunggulan Betis dengan skor gol 0-1.

Gol semata wayang kemenangan Betis dicetak pada menit ke-2 oleh Antony.

Tiga poin diraih Betis dan kini Betis berada di urutan ke-4 dengan 38 poin, sementara Atletico Madrid masih duduki posisi ke-3 dengan mengoleksi 45 poin klasemen La Liga pekan ke-23 ini. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...