Langsung ke konten utama

PSBS Biak di Markas Sendiri Dikalahkan PSM Makasar

 

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-29 BRI Super League 2025-2026, PSBS Biak berhadapan dengan PSM Makasar.

Berlaga di Stadion Maguworharjo, Sleman, pada Minggu sore (8/2/2026), dan tuan rumah PSBS Biak menyerah 1-2 dari PSM Makasar.

Dua gol untuk kemenangan PSM Makasar dicetak oleh Rizky Eka Pratama pada menit ke-43, dan Gledson Paixao De Silva menit ke-54.

Tuan rumah, PSBS Biak baru berhaisl memperkecil ketertinggal gol pada menit ke-80 yang dicetak oleh Ruyery Blanco.

Baca juga: AremaFC Permalukan Persija Jakarta di SUGBK

Waktu normal pertandingan makin menipis, dan ada tambahan waktu, justru PSBS Biak harus kehilangan pemainnya karena dikenakan kartu merah pada menit ke-90+13.

Waktu pertandingan pun berakhir, dan duel PSBS Biak versus PSM Makasar dengan 1-2.

Hasil ini, PSBS Biak kini berada di posisi ke-15 dengan ngumpukan 17 poin, sementara PSM Makasar dengan tampah tiga poin, kini berada di urutan ke-13 dengan mengoleksi 23 poin klasemen BRI Super League 2025-2026 pekan ke-20.

Baca juga: Bali United 1-3 Persebaya di Pekan ke 20

Adapun pada pertandingan lainnya, Semen Padang versus Persita Tangerang berakhir dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor gol 1-0.

Gol semata wayang tuan rumah, Semen Padang dicetak Diego Mauricio pada menit ke-90+14 melalui tendangan penalti.

Hasil tiga poin ini, Semen Padang berada di urutan ke-16 dengan mengoleksi 15 poin, dan Persita Tangerang berada di posisi ke-6 dengan mengoleksi 32 poin. (S_267) 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...