Langsung ke konten utama

Pekan ke-20: Persik Taklukkan Dewa United, Persijap Raih Kemenangan Lawan Madura United

 

MENJUAL HARAPAN - Laga sepak bola pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026, Persik Kediri menjamu Dewa United pada Sabtu (7/2/2026) yang berlansung digelar di Stadion Brawijaya.

Duel Persik versus Dewa United dimenangkan oleh Macan Putih - sebutan untuk Persik Kediri dengan skor gol akhir 2-1.

Dua gol bagi kemenangan Persik Kediri ini dicetak pada babak pertama meit ke-4 dan ke-32 oleh Emesto Gamez dan Jon Toral.

Namun, pada babak kedua Banten Warrior-sebutan untuk Dewa United berhaisl memperkecil ketertinggalannya pada menit ke-56.

Vico membobol gawang kiper tuan rumah Persik dan membawanya hingga pertandingan berakhir dengan kedudukan gol Persik Kediri 2-1 Dewa United.

Hasil pertandingan pekan ke-20 ini, Persik Kediri kini berada di urutan ke-10 dengan mengoleksi 25 poin, sedangkan Dewa United berada di urutan ke-11 dengan mengoleksi 24 poin pada klasemen BRI Super League pekan ini.

Adapun pada pertandingan lainnya di hari yang sama Sabtu (7/2/2026), Persijap Jepara menjamu Madura United.

Baca juga: Borneo FC Taklukkan Tuan Rumah Bhayangkara FC dengan Skor Gol 2-1

Duel Persijap Jepara versus Madura United berlangusng digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, dan pertandingan sangat seru dengan saling menjual beli serangan dan hadangan demi hadangan yang diperagakan kedua kesebelasan, sehingga babak pertama berakhir tidak terjadi gol.

Usai jeda, kedua kesebelasan kembali ke lapangan, tuan rumah Persijap jepara berusaha bangkit dengan aksi-aksi serangannya, kendati para pemain Madura United juga melakukan hal yang sama ke pertahanan tuan rumah.

Saling menyerang duel kedua tim ini terus menerus mewarnai jalannya pertanidngan, dan tekanan para pemain tuan rumah Persijap Jepara ke pertahanan Madura United akhirnya pada menit ke-64 menghasilkan gol bunuh diri (GBD) pemain Madura United, Giovani Numberi, sehingga membawa Persijap unggul 1-0.

Usai gol bunuh diri pemain Madura United tersebut, selanjutnya serangan masif Madura United makin menengangkan laga ini, namun pemain Persijap terus mengganggu pergerakan pemain-pemain Madura United.

Waktu normal makin menipis, kedudukan gol masih belum ada perubahan lagi, kedua kesebelasan masih ngotot untuk mencetak gol. Akan tetapi di tengah tertinggal gol, Madura United harus bermian sepuluh pemain, karena Luiz Marcelo Morais dos Reis diusir wasit karena terkena kartu merah.

Pertandingan pun berkahir dengan dimenangkan tuan rumah Persijap dengan skor gol 1-0 Madura United.

Hasil tiga poin ini, Laskar Kalinyamat-Persijap Jepara kini berada di urutan ke-16 dengan mengoleksi 15 poin. Sedangkan Madura United sendiri berada di urutan ke-14 dengan mengoleksi 18 poin pada klasemen BRI Super League pekan ini. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...