Langsung ke konten utama

Persib Bandung Kembali Pimpin Klasemen Usai Kalahkan PSBS Biak, PSIM Vs Persebaya 0-3

 

MENJUAL HARAPAN - Persib Bandung kembali nyalip Borneof FC yang sebelumnya berada di puncak klasemen. Kini Persib berada di puncak klasemen.

Persib Bandung usai kalahkan lawannya PSBS Biak pekan ke-18 yang berlangsung digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu malam (25/1/2026) dengan skor gol 1-0.

Gol semata wayang Persib Bandung dicetak Rosebergne da Silva di menti ke-87.

Duel kedua tim ini, sangat a lot yang dilakukan oleh kedua tim, hingga babak pertama berakhir tanpa gol.

Silah berganti menekan dan mengancam acapkali terjadi pada gawang kiper maisng-masing. Namun pertandingan makin sengit di babak kedua, utamanya tuan rumah Maung Bandung yang bersaha memenangkan pertandingan ini.

Persib Bandung baru berhasil menjebol gawang kiper PSBS Biak di menit 87, dan pertandingan berakhir yang dimenangkan Maung Bandung.

Hasil ini, Persib Bandung menduduki puncak klasemen dengan mengoleksi 41 poin dan selisih satu poin dengan Borneo FC yang tersalip Persib.

Sementara PSBS Biak menduduki posisi ke-15 dengan mengoleksi 16 poin pada klasemen BRI Super League musim 2025-2026 pekan ke-18 ini. 

Sedangkan pada Pertandingan lainnya, PSIM Yogyakarta menjamu Persebaya Surabaya, dan tuan rumah digunduli tim tamu dengan skor gol akhir 0-3.

PSIM Yogyakarta kontra Persebaya derita kekalahan telak itu membawanya berada di urutan ke-7 dengan mengoleksi 30 poin, sedangkan Persebaya Surabaya berada di atasnya urutan ke-6 dengan mengoleksi 31 poin pada klasemen pekan ini.

Kemenangan tiga gol Persebaya Surabaya di markas PSIM Yogyakarta dicetak pada menit ke-35 oleh Paulo Demingos Gali Da Costa Preitas, gol kedua menit ke-74 oleh Bruno Paraiba, dan gol ketiga dicetak oleh Rachmat Irianto di menit ke-84. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...