| Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Foto dok djarumbadminton.com) |
MENJUAL HARAPAN – Turnamen bulu tangkis Macau Open 2026 yang
digelar di Macao East Asian Games Dome (16–21 Juni 2026) menjadi panggung ujian
berat bagi skuad Merah Putih. Mengirimkan 13 wakil pada awal turnamen,
Indonesia kini harus realistis. Harapan untuk
membawa pulang gelar juara dari turnamen level BWF World Tour Super 300 ini
kini sepenuhnya bertumpu pada pundak tiga wakil yang tersisa di babak empat
besar.
Mereka adalah tunggal putra Muhammad Yusuf, ganda
putra Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, serta ganda putri unggulan utama,
Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Yusuf Sang Penakluk Unggulan,
Mengais Asa Penerus Alwi Farhan
Publik tentu belum lupa bagaimana Alwi Farhan
sukses naik ke podium tertinggi tunggal putra pada edisi Macau Open 2025 usai
meredam perlawanan sengit wakil Malaysia, Justin Hoh. Setahun berselang,
tongkat estafet untuk mempertahankan tradisi juara itu kini berada di tangan
Muhammad Yusuf.
Langkah Yusuf ke semifinal terbilang fantastis.
Pemain peringkat 52 dunia ini menciptakan kejutan besar di babak perempat
final, Jumat (19/6), dengan menumbangkan unggulan teratas asal Hong Kong, Ng Ka
Long Angus.
Melalui drama rubber game yang menguras
fisik selama 78 menit, pemuda kelahiran Padang, 19 Februari 2006 ini berhasil
membalikkan keadaan untuk menang dengan skor 22-24, 21-16, 21-15.
"Pertama-tama bersyukur kepada Allah karena
sudah diberikan kelancaran, bermain tanpa cedera, dan diberikan kemenangan.
Tadi saya mencoba untuk tidak terburu-buru mematikan lawan dan lebih berani
mengadu," ujar Yusuf, pemain binaan AIC Kota Bekasi tersebut kepada tim
Humas dan Media PP PBSI yang dikutif dari djarumbadminton.com (20/6/2026).
Yusuf mengakui sempat kehilangan fokus di gim
pertama karena kurang sabar. Namun, wejangan dari sang pelatih, Ihsan Maulana
Mustofa, menjadi kunci pembalik keadaan. "Pelatih mengingatkan saya untuk
bermain lebih sabar dan siap capek saja," tambahnya yang mengaku tidak
menyangka bisa menumbangkan pemain sekelas Ng Ka Long Angus.
Di babak semifinal, Sabtu (20/6/2026), Yusuf akan
menantang tunggal putra Thailand, Kantaphon Wangcharoen. Ini akan menjadi
pertemuan perdana kedua pemain, sekaligus debut semifinal pertama Yusuf di
level Super 300.
Dominasi Faathir/Devin dan
Konsistensi Tiwi/Fadia
Sektor ganda putra juga membuka peluang lewat
pasangan Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Menempati posisi unggulan
keempat, Faathir/Devin tampil solid di perempat final dengan mendepak wakil
Singapura, Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong, dua gim langsung 21-12,
21-19 dalam waktu 31 menit.
Sama seperti Yusuf, laga ini merupakan semifinal
perdana mereka di level Super 300, di mana mereka akan ditantang pasangan
Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong untuk pertama kalinya.
Sementara itu, di sektor ganda putri, Amallia Cahya
Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti terus menunjukkan kelasnya sebagai unggulan
pertama. Tiwi/Fadia sukses menapakkan kaki ke semifinal ketiga mereka di Tur
Dunia BWF musim ini setelah memenangi duel sengit 58 menit melawan duo
Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard, dengan skor 21-10, 15-21, 21-10.
Pada babak semifinal, Sabtu (20/6), Tiwi/Fadia
dijadwalkan bersua wakil China peringkat 255 dunia, Chen Fan Shu Tian/Liu Jia
Yue, yang juga menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasang pemain.
Momentum besar sudah digenggam. Kini tinggal
bagaimana ketiga wakil Indonesia ini menjaga fokus, ketenangan, dan kepercayaan
diri demi mengamankan tiket menuju partai puncak. (S_267)
Sumber Berita asli: djarumbadminton.com "Macau Open 2026 - Indonesia bertumpu pada Tiga Wakil"
Ikuti juga berita lainnya
Komentar