Langsung ke konten utama

Anthony Gordon, Dari Everton ke Panggung Eropa Bersama Newcastle

Anthony Gordon, penyerang Newcastle (foto hasil tangkapan layar dari https://riaupos.jawapos.com)


MENJUAL HARAPAN - Anthony Gordon mungkin baru berusia pertengahan dua puluhan, tetapi perjalanan kariernya sudah penuh liku dan cerita inspiratif. Lahir di Liverpool, Gordon meniti jalan panjang dari akademi Everton, klub kota kelahirannya, hingga akhirnya menjadi salah satu wajah baru Newcastle United yang kini bersinar di Liga Champions.

Di Everton, Gordon dikenal sebagai pemain muda penuh potensi. Kecepatan, keberanian menusuk pertahanan lawan, dan naluri mencetak gol membuatnya cepat mencuri perhatian. Namun, tekanan besar di klub yang sedang berjuang bertahan di Premier League membuat Gordon sering menjadi sorotan—baik pujian maupun kritik. Situasi itu justru membentuk mental baja yang kini terlihat jelas dalam penampilannya.

Kepindahan ke Newcastle pada 2023 menjadi titik balik. Di bawah proyek ambisius The Magpies, Gordon menemukan panggung yang lebih besar dan sistem permainan yang mendukung gaya eksplosifnya. Ia berkembang bukan hanya sebagai winger, tetapi juga sebagai penyerang yang mampu menuntaskan peluang dengan efisiensi tinggi. Musim demi musim, kontribusinya semakin vital, hingga puncaknya di play-off Liga Champions 2026 melawan Qarabag.

Baca juga: Inter Milan Tersungkur di Norwegia, Newcastle Menggila di Azerbaijan

Empat gol dalam satu pertandingan Eropa bukanlah hal biasa. Gordon melakukannya dengan variasi penyelesaian: gol cepat yang menunjukkan insting predator, eksekusi penalti yang tenang, dan finishing klinis yang menegaskan kualitasnya. Malam itu, Gordon bukan sekadar pemain muda berbakat; ia menjelma menjadi simbol ambisi Newcastle untuk menancapkan bendera mereka di peta sepak bola Eropa.

Di luar lapangan, Gordon dikenal sebagai sosok yang rendah hati namun ambisius. Ia sering berbicara tentang pentingnya kerja keras dan konsistensi, serta bagaimana ia ingin menjadi teladan bagi generasi muda di Liverpool dan Newcastle. Perjalanan dari akademi Everton hingga mencetak empat gol di Liga Champions adalah kisah tentang ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan keyakinan pada diri sendiri.

Baca juga: Drama Play-off Liga Champions: Brugge vs Atletico, Olympiakos vs Leverkusen

Kini, Gordon bukan hanya aset Newcastle, tetapi juga salah satu talenta paling menjanjikan bagi tim nasional Inggris. Dengan performa seperti ini, ia berpotensi menjadi bagian penting dari skuad Inggris di turnamen besar mendatang. Publik Inggris tentu berharap Gordon bisa membawa energi dan ketajaman yang sama ke panggung internasional.

Karier Anthony Gordon adalah cermin transformasi: dari anak muda yang penuh tekanan di Everton, menjadi bintang yang bersinar terang di Newcastle. Play-off Liga Champions hanyalah salah satu babak, tetapi jelas bahwa Gordon sedang menulis kisah panjang tentang dirinya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa. (*_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...