Langsung ke konten utama

Drama Play-off Liga Champions: Brugge vs Atletico, Olympiakos vs Leverkusen

 

MENJUALH ARAPAN - Play-off UEFA Champions League musim 2025-2026 kembali menghadirkan drama penuh emosi pada Kamis (19/2). Dua laga yang digelar serentak memperlihatkan betapa kompetisi antarklub Eropa ini selalu menyuguhkan kejutan: Club Brugge menahan imbang Atletico Madrid dengan skor spektakuler 3-3, sementara Olympiakos harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan Bayer Leverkusen 0-2 di hadapan publik sendiri.

Pertandingan di Jan Breydelstadion, markas Club Brugge, berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Atletico Madrid, yang dikenal dengan gaya bermain agresif dan disiplin, langsung membuka skor lewat Julian Alvarez pada menit ke-8.

Tekanan berlanjut hingga penghujung babak pertama, ketika Ademola Lookman menambah keunggulan di menit ke-45+4. Brugge sempat terlihat goyah, namun semangat juang mereka justru meledak di babak kedua.

Raphael Onyedka menjadi pemantik kebangkitan tuan rumah dengan gol pada menit ke-51. Atmosfer stadion pun berubah, sorakan suporter Brugge membakar semangat tim. Nicola Tresoldi kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-60, membuat laga semakin terbuka.

Namun, drama belum berhenti, Atletico kembali unggul lewat gol bunuh diri Joel Orderez pada menit ke-79. Brugge seakan ditakdirkan untuk terus berjuang, dan perjuangan itu berbuah manis ketika Christos Tzolis mencetak gol penyeimbang di menit ke-89. Skor akhir 3-3 menjadi cermin duel penuh determinasi.

Di sisi lain, di Stadion Georgios Karaiskakis, Olympiakos harus menghadapi kenyataan pahit. Menghadapi Bayer Leverkusen yang tengah berada dalam performa impresif, tim asal Yunani itu tak mampu membendung ketajaman Patrik Schick.

Striker asal Republik Ceko tersebut mencetak dua gol cepat dalam rentang tiga menit, tepatnya pada menit ke-60 dan 63. Kedua gol itu seakan meruntuhkan mental Olympiakos, yang gagal bangkit hingga peluit akhir berbunyi.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Olympiakos, yang sebelumnya berharap bisa memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk meraih hasil positif. Sebaliknya, Leverkusen menunjukkan kelasnya sebagai tim yang semakin matang di bawah arahan pelatih Xabi Alonso. Efisiensi serangan dan ketenangan dalam menguasai bola membuat mereka tampak dominan sepanjang laga.

Hasil imbang Brugge vs Atletico membuka peluang besar bagi kedua tim di leg berikutnya. Atletico, dengan pengalaman dan kedalaman skuad, tentu masih diunggulkan. Namun Brugge telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penggembira; mental baja dan keberanian menyerang bisa menjadi senjata utama untuk mengejutkan lawan.

Sementara itu, Leverkusen kini berada di atas angin. Dengan keunggulan dua gol tandang, mereka hanya perlu menjaga konsistensi untuk memastikan tiket ke fase grup. Olympiakos harus tampil luar biasa di leg kedua jika ingin membalikkan keadaan, sebuah misi yang tampak berat namun bukan mustahil dalam sepak bola.

Dua laga ini sekali lagi menegaskan bahwa play-off Liga Champions bukan sekadar formalitas. Ia adalah panggung drama, tempat klub-klub menumpahkan ambisi, emosi, dan determinasi. Brugge, Atletico, Olympiakos, dan Leverkusen telah memberi bukti bahwa di Eropa, setiap menit bisa mengubah nasib, dan setiap gol bisa menjadi sejarah. (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...