Langsung ke konten utama

Menjaga Fondasi Ekonomi: ICA-CEPA Jangan Sampai Menggilas UMKM dan Manufaktur Nasional

JAKARTA, MENJUAL HARAPAN – Perjanjian kemitraan ekonomi internasional kerap diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi menjanjikan perluasan pasar ekspor, namun di sisi lain berisiko menjadi pintu masuk yang mematikan bagi industri domestik jika tidak dibarengi dengan proteksi yang matang.

Kekhawatiran nyata ini membayangi pembahasan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement / ICA-CEPA). Pemerintah kini dituntut untuk menaruh perhatian ekstra agar liberalisasi pasar ini tidak justru menggilas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri manufaktur nasional yang saat ini posisinya masih rentan.

Lampu kuning tersebut dinyalakan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan negara maju seperti Kanada wajib disertai dengan kebijakan afirmatif yang konkret.

“Takutnya kita buka (pasar), tetapi UMKM dan pabrik-pabrik manufaktur di Indonesia justru kalah bersaing,” ujar Darmadi, mengingatkan dampak sosial-ekonomi yang dipertaruhkan.

Ironi Daya Saing dan Beban Sektor Domestik

Kekhawatiran politisi PDI-Perjuangan ini bukan tanpa alasan objektif. Mengacu pada data yang dipaparkannya, potret struktur ekonomi masyarakat kita masih rapuh: sekitar 77 persen UMKM Indonesia tercatat belum memiliki daya saing yang cukup kokoh untuk bertarung di lanskap kompetisi global.

Tak hanya di sektor mikro, sektor hulu dan manufaktur juga sedang tidak baik-baik saja. Darmadi mencontohkan industri keramik nasional yang hingga kini masih terseok-seok akibat tingginya beban biaya energi serta ketidakpastian pasokan gas. Tingginya biaya produksi di dalam negeri ini otomatis membuat produk lokal kalah start dan tertekan hebat ketika harus berhadapan langsung dengan penetrasi produk impor.

Melihat ketimpangan ini, ia mendesak Kementerian Perdagangan tidak hanya fokus pada target penandatanganan kesepakatan, tetapi juga menyiapkan bantalan ekonomi yang kuat. Langkah nyata mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, efisiensi rantai pasok dan biaya produksi, hingga kebijakan proteksi yang terukur harus segera dieksekusi.

Parameter Keberhasilan Perjanjian Dagang

Dari kacamata sosial-ekonomi, legislator asal Dapil DKI Jakarta III ini mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada indikator semu keberhasilan perdagangan bebas, seperti sekadar banyaknya jumlah pos tarif yang dihapus.

Indikator keberhasilan sejati dari ICA-CEPA adalah sejauh mana struktur ekonomi nasional mampu memanfaatkan peluang pasar baru tersebut tanpa harus menumbangkan sektor-sektor strategis yang menyerap banyak tenaga kerja di dalam negeri.

“UMKM dan industri nasional harus menjadi prioritas dalam setiap perjanjian perdagangan internasional,” tegas Darmadi.

Ke depan, Komisi VI DPR RI berkomitmen akan mengawal ketat setiap klausul dalam ratifikasi ICA-CEPA. Tujuannya jelas: memastikan kesepakatan internasional ini sejalan dengan agenda penguatan daya saing nasional, memperluas lapangan kerja, dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan serta berkelanjutan.

“Perjanjian ini harus memperkuat, bukan melemahkan, fondasi ekonomi nasional,” tutupnya. (*Sjs_267)

Baca juga:

Dana Otsus Aceh: Konsekuensi Logis atas Kewenangan Khusus yang Diberikan Negara 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presiden Prabowo Subianto Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

  Presiden Prabowo Subianto lantik Sudaryono sebagai BGNdi Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo   MENJUAL HARAPAN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan BGN untuk memperkuat akselerasi dan pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) . Pengangkatan Sudaryono tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional . Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu langsung pengambilan sumpah jabatan yang diucapkannya secara khidmat oleh pejabat terlantik . “Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Repub lik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi...

Mengabdi di Cangkuang, Mahasiswa Universitas Nurtanio Akselerasi Program "Desa Cerdas dan Masyarakat Berdaya"

  Sekdes Cangkuang, dalam memberikan sambutan penerimaan KKNMT Universitas Unnur Bandung dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (kiri), Selasa, 28/7/2026 BANDUNG, MENJUAL HARAPAN  – Dalam upaya mereduksi kesenjangan teknologi serta mendorong kemandirian masyarakat perdesaan, mahasiswa Universitas Nurtanio (Unnur) menggelar program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) 2026 di Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Mengusung tema besar "Desa Cerdas, Masyarakat Berdaya: Digitalisasi, Literasi Menuju Desa Mandiri Berkelanjutan" , kehadiran puluhan mahasiswa berjaket almamater biru ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara pembukaan dan sosialisasi program yang berlangsung di Aula Desa Cangkuang. Sinergi Mahasiswa KKNMT Universitas Nurtanio 2026 bersama Perangkat Desa dan Warga Cangkuang di Aula Desa Transformasi Digital hingga Pemberdayaan Ekonomi Program KKNMT kali ini berfokus pada penerjemahan konsep ...

Donny Ernawan dan Yos Sunitiyoso Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr MENJUAL HARAPAN JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) . Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pengangkatan kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia . Dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, kedua pejabat yang dilantik menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan amanah dengan penuh integri tas dan tanggung jawab . “Bahwa saya ...