Langsung ke konten utama

Japan Open 2025: Tiga Pebulutangkis Indonesia Terhenti di Babak Perempat Final, China Mendominasi

Putri Kusuma Wardani, tunggal putri Indonesia, Japan Open 2025 (Foto hasil tangkapan layar dari pbsi.id)



MENJUAL HARAPAN - Tiga pebukutangkis wakil Indonesia, tunggal putri Putri  Kusuma Wardani, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti tidak berhasil melaju ke babak semifinal BWF Japan Open 2025.

Turnamen Badminton Japan Open 2025 pada perempat final Putri Kusuma Warani berhadapan dengan tunggal putri China, Wang Zhi Yi.

Pada gime pertama, Putri berhasil taklukkan Wang Zhi Yi dengan skor gim 22-20. Kemudian pada gim kedua dan penentuan, Putri menyerah dengan skor gol 17-21, 16-21.

Pertarungan yang sengit Putri versus Wang Zhi Yi ini, tunggal putri Indonesia tidak raih tiket ke semifinal.

Pengakuan Putri ke pbsi.id, cukup puas tapi belum menang juga, saya sudah bertemu hampir semua andalan tunggal putri China dan baru bisa menangnya di gim pertama jadi masih ada yang harus ditambah terutama fokus di poin-poin akhir gim penentuan. "Dari 0-0 sampai poin 21 harus tahan fokusnya," ungkapnya sebagaimana dikutif dari pbsi.id (19/7/2025).

Begitu juga dengan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri ditaklukkan ganda putra Malaysia dengan skor rubber gim, yaitu: 13-21, 21-17, dan 20-22.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, ganda putri Indonesia, Japan Open 2025 (Foto hasil tangkapan layar dari pbsi.id)


Fajar pada pbsi.id mengatakan pasti kecewa dengan hasil ini karena saya pribadi melawan mereka sekarang pertemuan keempat (tiga sebelumnya bersama Rian Ardianto) selalu kalah dengan rubber game dan dua terakhir adu setting seperti ini.

"Menjadi bahan evaluasi lagi untuk saya bagaimana menghadapi poin kritis, harus lebih yakin mengambil keputusan," jelasnya sebagaimana dikutif dari pbsi.id (19/7/2025).

Ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhadapan dengan ganda putri China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.

Lanny/Fadia kalah dalam rubber gim dengan skor 21-10, 17-21, dan 16-21.

Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, ganda putri Indonesia, Japan Open 2025 (Foto hasil tangkapan layar dari pbsi.id)


Pengakuan Fadia pada pbsi.id menurut saya permainan hari ini berimbang, tidak ada yang benar-benar dominan baik dari tempo, pola ataupun hawa di lapangan. 

"Hanya itu selalu di poin-poin tua, 16 ke atas kami banyak sekali membuang poin," ungkapnya.

Sementara pasangannya, Lanny mengatakan harus meningkatkan fokus diri masing-masing, tidak mudah goyah ketika salah satu melakukan kesalahan, yang satu harus fokus cari poin lagi bukan keikut melakukan kesalahan. 

Pada Japan Open 2025 ini, tidak ada satu pun wakil Indonesia yang melaju ke babak semifinal. 

Hasil perempat final membawa China yang mendominasi melaju ke semifinal bulu tangkis BWF Tour Super 750 Japan Open 2025.

Enam wakil China melaju ke babak semifinal yang akab berlangsung digelar di Yoyogy Gymnasium, Tokyo.

Inilah pebulu tangkis dari masing-masing negara yang lolos ke semifinal Japan Open 2025.

Tunggal putra

Shi Yiqi (China) vs Christo Popov (Prancis)

Koki Watanabe (Jepang) vs Alex Lanier (Prancis)

Tunggal Putri

Akane Yamaguchi (Jepang) vs Wang Zhiyi (China)

An Se-young (Korea Selatan) vs Riko Gunji (Jepang)

Ganda Putra

Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) vs Liu Kuang-heng/Tang Po-han (Taiwan)

Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia).

Ganda Putri

Liu Shengshu/Tan Ning (China) vs Jia Yifan/Zhang Shuxian (China)

Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) vs Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang).

Ganda Campuran

Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) vs Jiang Zhenbang/Wei Yaxin (Cina).

Feng Yanzhe/Huang Dongping (Cina) vs Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand)

(S_267).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...