MENJUAL HARAPAN – Stadion Olimpico Grande Torino kembali menegaskan jati dirinya sebagai benteng yang angker. Dalam lanjutan Giornata Serie A yang berlangsung Jumat (8/5/2026) malam, Torino mempertontonkan sebuah simfoni kebangkitan dengan menghancurkan perlawanan Sassuolo 2-1 melalui intensitas kilat yang hanya berdurasi empat menit.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pernyataan sikap skuat asuhan tuan rumah yang kini mencatatkan lima laga kandang tanpa tersentuh kekalahan.
Datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menjinakkan AC Milan, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, justru mengambil langkah perjudian besar. Ia merombak separuh pemain non-kipernya.
Di sisi lain, Torino tampil lebih pragmatis dengan dua perubahan kunci demi menghapus memori kelabu kekalahan dari Udinese pekan lalu.
Babak pertama berjalan dengan tensi tinggi namun minim penyelesaian akhir yang klinis. Torino hampir memimpin lewat talenta muda Alieu Njie, namun dewi fortuna belum memihak setelah sundulannya menghantam mistar gawang dua kali secara beruntun—sebuah momen yang bahkan memaksa teknologi garis gawang bekerja ekstra keras.
Sassuolo sempat membungkam publik Turin pada menit ke-50. Berawal dari bola liar hasil sepakan Nemanja Matic, Kristjan Thorstvedt sukses mengonversi umpan silang Luca Lipani menjadi gol pembuka.
Keunggulan 1-0 bagi tim tamu seolah menjadi alarm bagi tuan rumah untuk menaikkan gigi.
Respon Torino datang dalam bentuk serangan sayap yang mematikan. Menit 65, sihir Simeone, dimana Enzo Ebosse mengirimkan crossing melambung yang presisi.
Giovanni Simeone membuktikan mengapa ia menjadi idola baru publik Turin dengan sundulan memantul tanah yang mengecoh Arijanet Muric.
Ini adalah gol kelima Simeone secara beruntun di laga kandang—sebuah statistik yang hanya dimiliki oleh penyerang kelas elit.
Tidak lama dari gol balasan itu, menit ke-69, Marcus Holmgren Pedersen, membuat Sassuolo kembali melongo golnya kebobolan yang kedua.
Belum sempat Sassuolo menata kembali organisasi pertahanan mereka, Duvan Zapata mengirim umpan matang ke tiang jauh. Marcus Holmgren Pedersen muncul dari lini kedua untuk menyambar bola.
Bagi Pedersen, ini adalah gol perdana di Serie A setelah penantian panjang 84 pertandingan—momen yang tidak mungkin dipilih di waktu yang lebih tepat.
Dengan hasil ini, Torino merangkak naik ke posisi 12 klasemen sementara, mulai menjauh dari zona nyaman papan tengah bawah.
Sementara bagi Sassuolo, kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bagi Grosso bahwa rotasi besar-besaran di kandang lawan yang memiliki determinasi tinggi seperti Torino seringkali berujung petaka. (*sjs_267)
Baca juga:
PSBS Biak Dipereteli Dewa United, Semen Padang Dibantai Persik
Arsenal Vs PSG di Final Liga Champions 2025/2026, Inilah Profil Singkatnya
Semifinal Leg Kedua Liga Champions UEFA 2025/2026: Bayern Muenchen 1 – 1 Paris Saint-Germain
Komentar