MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-26 La Liga menghadirkan kisah getir bagi dua tuan rumah: Mallorca dan Real Oviedo. Alih-alih merayakan kemenangan di kandang sendiri, keduanya justru harus menelan pil pahit kekalahan yang semakin menjerumuskan mereka ke jurang klasemen.
Mallorca vs Real Sociedad – Soler Jadi Penentu
Di Iberostar Stadium, Minggu dini hari WIB (1/3/2026), Mallorca berusaha keras untuk keluar dari tekanan zona degradasi. Namun, Real Sociedad tampil lebih tenang dan efektif.
Carlos Soler menjadi aktor utama dengan gol tunggal pada menit ke-36, sebuah penyelesaian yang lahir dari kecerdikan membaca ruang dan ketepatan eksekusi.
Mallorca mencoba bangkit, tetapi serangan mereka sering kandas di lini tengah. Kegagalan mengubah peluang menjadi gol membuat frustrasi semakin terasa di tribun.
Baca juga: Liga Spanyol Pekan ke-26: Rayo Vs Bilbao Imbang, Barcelona Tekuk Villarreal
Kekalahan 0-1 ini menahan Mallorca di posisi ke-18 dengan 24 poin, semakin dekat dengan bayang-bayang Segunda División. Sebaliknya, Sociedad meraih kemenangan penting yang mengangkat mereka ke urutan ke-7 dengan 35 poin, menjaga asa untuk menembus zona Eropa.
Real Oviedo vs Atletico Madrid – Alvarez di Detik Penentuan
Di Stadion Carlos Tartiere, drama berlangsung hingga detik terakhir. Real Oviedo, yang juga berjuang keluar dari zona degradasi, sempat menahan gempuran Atletico Madrid sepanjang laga. Namun, keteguhan itu runtuh di waktu tambahan.
Julian Alvarez, striker yang dikenal dengan insting predatornya, mencetak gol penentu pada menit ke-90+4. Tendangan kerasnya seolah merobek harapan tuan rumah yang sudah hampir meraih satu poin berharga.
Gol itu bukan hanya kemenangan bagi Atletico, tetapi juga simbol keteguhan tim papan atas yang tak pernah menyerah hingga peluit terakhir.
Oviedo pun makin terpuruk, tetap terjebak di zona degradasi. Sementara Atletico Madrid mengokohkan diri di papan atas, duduk di posisi ketiga dengan 51 poin, menjaga jarak dengan Barcelona dan Real Madrid dalam perebutan gelar.
Catatan penutup
Pekan ini memperlihatkan kontras yang tajam: tim-tim besar menunjukkan mental juara dengan kemenangan dramatis, sementara tim-tim kecil semakin tenggelam dalam tekanan.
Mallorca dan Oviedo adalah cermin betapa kerasnya kompetisi La Liga—di mana satu kesalahan bisa berarti kehilangan segalanya.
Carlos Soler dan Julian Alvarez menjadi simbol dua wajah kemenangan: satu lewat ketenangan di babak pertama, satu lagi lewat determinasi di detik terakhir.
Bagi Mallorca dan Oviedo, kekalahan ini bukan sekadar kehilangan poin, melainkan tamparan keras yang menuntut refleksi dan perbaikan segera.
La Liga musim ini semakin memperlihatkan bahwa setiap pekan adalah panggung drama: ada yang merayakan, ada yang meratap. Dan di balik angka-angka klasemen, tersimpan kisah manusiawi tentang harapan, kegagalan, dan perjuangan tanpa henti. (*sjs_267)

Komentar