Langsung ke konten utama

Pekan Ke-23 Klasemen Liga Italia 2025-2026 Makin Sengit

 

MENJUAL HARAPAN - Ada satu hal yang selalu membuat Serie A berbeda dari liga-liga lain: drama klasemen yang tak pernah sekadar angka, melainkan kisah penuh intrik, gairah, dan tragedi kecil di setiap pekannya.

Memasuki pekan ke-23 musim 2025-2026, papan atas, menengah, dan bawah mulai menampakkan wajah aslinya.

Papan Atas: Inter dan Milan, Derby yang Menjadi Duel Gelar

Inter melaju bak kereta ekspres tanpa rem. Lima kemenangan beruntun adalah bukti konsistensi yang jarang terlihat di Serie A modern. 52 gol dicetak, hanya 19 kebobolan, dan selisih gol +33 membuat mereka bukan sekadar pemuncak klasemen, melainkan tim yang menakutkan. Simone Inzaghi seolah menemukan formula sempurna: lini belakang kokoh, lini tengah kreatif, dan striker yang haus gol.

Milan, sang tetangga, masih membuntuti dengan selisih lima poin. Mereka tak kalah impresif, hanya sekali kalah sepanjang musim. Namun, delapan hasil imbang menjadi noda yang membuat Rossoneri tertinggal. Derby della Madonnina di paruh kedua musim akan menjadi laga yang bukan sekadar soal gengsi, melainkan penentu arah gelar.

Baca juga: Pekan ke-23 Serie: Bologna Ditaklukkan Milan

Papan Tengah Atas: Napoli, Juventus, Roma – Trio yang Rapuh

Napoli berada di posisi ketiga, tapi grafik performa mereka menurun drastis. Dua kekalahan beruntun dan hasil imbang membuat Partenopei kehilangan momentum. Mereka masih punya daya ledak, tapi mentalitas juara tampak goyah.

Juventus, seperti biasa, tetap pragmatis. 39 gol dicetak, hanya 18 kebobolan, tapi tiga laga terakhir penuh luka: dua kekalahan dan satu imbang. Allegri kembali dikritik karena gaya bermain yang terlalu konservatif.

Roma justru menjadi kejutan. Dengan 14 kemenangan, mereka menempel ketat di papan atas. Empat kemenangan beruntun sebelum satu kekalahan terakhir menunjukkan bahwa Giallorossi punya potensi menjadi kuda hitam. Mourinho, dengan segala kontroversinya, kembali membuktikan bahwa ia ahli membentuk tim yang sulit dikalahkan.

Papan Menengah: Como, Atalanta, Lazio – Antara Harapan dan Realitas

Como adalah dongeng musim ini. Tim yang baru naik kasta kini duduk manis di posisi enam dengan 41 poin. Tiga kemenangan beruntun sempat membuat mereka bermimpi ke Eropa. Namun, satu hasil imbang dan satu kekalahan terakhir menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang.

Atalanta, tim yang biasanya jadi penantang, kini stagnan di posisi tujuh. Banyak hasil imbang (9 kali) membuat mereka kehilangan daya saing. Gasperini seolah kehilangan sentuhan magisnya.

Lazio, di sisi lain, adalah potret ketidakstabilan. Tiga kekalahan dalam lima laga terakhir membuat mereka terjebak di papan tengah. Tim ini seperti roller coaster: kadang menaklukkan lawan besar, kadang kalah dari tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan dengan mudah.

Papan Bawah: Udinese dan Bologna – Bertahan Hidup

Udinese masih berusaha keluar dari bayang-bayang zona degradasi. Meski punya tiga kemenangan beruntun sebelumnya, dua kekalahan terakhir membuat mereka kembali terseret ke papan bawah. Selisih gol -8 adalah alarm keras: pertahanan mereka rapuh.

Bologna, dengan 9 kekalahan, menjadi tim yang paling sering merasakan pahitnya hasil buruk di papan tengah bawah. Empat kekalahan dalam lima laga terakhir adalah sinyal bahaya. Jika tren ini berlanjut, mereka bisa terperosok lebih dalam.

Drama yang Baru Dimulai

Pekan ke-23 ini menegaskan satu hal: Liga Italia bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol terbanyak, melainkan siapa yang mampu bertahan dalam maraton penuh tekanan. Inter tampak perkasa, Milan masih menempel, Napoli dan Juventus rapuh, Roma mengejutkan, Como bermimpi, sementara Udinese dan Bologna berjuang agar tidak tenggelam.

Serie A 2025-2026 sedang menulis babak baru dalam sejarahnya. Dan seperti biasa, di Italia, klasemen bukan sekadar tabel angka—ia adalah cermin dari ambisi, tragedi, dan harapan yang terus bergulir. (*_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Derby della Mole Berakhir Dramatis: Torino Paksa Juventus Berbagi Angka di Laga Penutup

MENJUAL HARAPAN — Pertarungan bertajuk Derby della Mole pada pekan ke-38 Serie A musim 2025-2026 menyajikan drama yang menguras emosi. Bermain di Stadion Grande Torino , Senin dini hari WIB (25/5/2026), tuan rumah Torino sukses melakukan comeback heroik untuk memaksakan hasil imbang 2-2 atas raksasa kota, Juventus. Dominasi Dusan Vlahovic dan Respon Berani Tuan Rumah Juventus, yang datang dengan ambisi menutup musim di papan atas, langsung tampil menekan sejak menit awal. Bianconeri berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi sang bomber, Dusan Vlahovic , pada menit ke-23. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Juventus kembali melebarkan jarak. Vlahovic, yang tampil klinis, mencatatkan brace alias gol keduanya pada menit ke-53. Situasi tampak genting bagi Torino, namun skuad asuhan tuan rumah justru menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Hanya berselang enam menit setelah gol kedua Juventus, Torino memberikan ...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Derby Jatim: Persebaya Pesta Gol 5-0, Persik Kediri Merana di GBT

MENJUAL HARAPAN — Persebaya Surabaya menutup kampanye mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan performa yang luar biasa impresif. Menjamu sesama tim Jawa Timur, Persik Kediri, dalam laga bertajuk Derby Jatim di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5/2026) malam, Bajul Ijo mengamuk dan menggulung tamunya dengan skor mencolok 5-0. Kemenangan telak di pekan pamungkas ini memastikan Persebaya mengunci posisi di papan atas, tepatnya di peringkat ke-4 klasemen akhir dengan raihan 58 poin. Sebaliknya, kekalahan memalukan ini memaksa Persik Kediri harus puas menyudahi musim di papan bawah, tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 39 poin. Dominasi Paruh Pertama: Gol Cepat Malik Risaldi Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula. Kecepatan lini depan Bajul Ijo benar-benar menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Macan Putih yang tampil rapuh malam itu. Menit 12: Malik Risaldi membuka keran gol...