Langsung ke konten utama

Liga Eropa Leg Kedua: Roma Gagal ke Perempat Final Usai Dikalahkan Bologna

MENJUAL HARAPAN - Stadion Olimpico pagi itu menjadi panggung drama yang tak terlupakan. AS Roma datang dengan ambisi besar, berharap dukungan publik tuan rumah mampu mengangkat mereka ke perempat final Liga Eropa. 

Namun, Bologna justru tampil sebagai antagonis yang merusak skenario indah Roma. Dengan determinasi dan keberanian, tim tamu menorehkan kemenangan 4-3 yang sekaligus menyingkirkan Roma dengan agregat 5-4.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Roma berusaha menekan sejak awal, tetapi Bologna menunjukkan efektivitas luar biasa. Gol Jonathan Rowe pada menit ke-22 menjadi pembuka luka bagi publik Olimpico.

Roma mencoba menghidupkan asa. Evan Ndiska mencetak gol indah pada menit ke-32, membuat publik bergemuruh, dan kedudukan sama 1-1.

Roma berusaha bangkit, namun penalti Federico Bernardeschi di penghujung babak pertama membuat suasana semakin tegang.

Skor 2-1 untuk Bologna di paruh pertama seakan menegaskan bahwa laga ini tidak akan berjalan sesuai naskah tuan rumah.

Memasuki babak kedua, tuan rumah Roma berusaha bangkit, namun Namun Bologna kembali menusuk lewat Santiago Castro di menit ke-58. Bologna 3-1 Roma.

AS Roma yang tertinggal 1-3 dari Bologna terus berusaha memerkecil ketertinggalannya, dan Donyeil Malen mengeksekusi penalti dengan dingin di menit ke-69, kemduian , Lorenzo Pellegrini menambah gol di menit ke-80. Skor imbang 3-3 membuat atmosfer stadion mendidih.

Namun, drama belum selesai. Pertandingan berlanjut ke babak tambahan, dan di sinilah Bologna menunjukkan ketangguhan mental mereka. Nicolo Cambiagh mencetak gol penentu di menit ke-111, membungkam sorak sorai publik Roma. Gol itu bukan hanya angka di papan skor, melainkan pukulan telak terhadap harapan Giallorossi.

Roma mencoba segala cara untuk membalikkan keadaan. Serangan demi serangan digencarkan, namun Bologna bertahan dengan disiplin. Setiap tekel, setiap blok, seakan menjadi simbol perlawanan mereka terhadap dominasi Roma.

Peluit panjang berbunyi, wajah para pemain Roma tertunduk, sementara Bologna merayakan sejarah baru mereka.

Kekalahan ini menjadi refleksi pahit bagi Roma. Mereka memiliki kualitas, semangat, dan dukungan publik, tetapi gagal menjaga konsistensi di momen krusial.

Bologna, sebaliknya, tampil sebagai tim yang berani menantang arus. Mereka bukan favorit, tetapi keberanian dan determinasi membuat mereka layak melangkah ke perempat final.

Liga Eropa kembali membuktikan dirinya sebagai panggung kejutan. Roma tersingkir, Bologna melaju. Kisah ini akan dikenang sebagai salah satu duel paling dramatis musim 2025-2026. Sebuah pengingat bahwa dalam sepak bola, ambisi besar tak selalu berujung pada kemenangan—kadang justru keberanian tim underdog yang menulis sejarah. (*S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Derby della Mole Berakhir Dramatis: Torino Paksa Juventus Berbagi Angka di Laga Penutup

MENJUAL HARAPAN — Pertarungan bertajuk Derby della Mole pada pekan ke-38 Serie A musim 2025-2026 menyajikan drama yang menguras emosi. Bermain di Stadion Grande Torino , Senin dini hari WIB (25/5/2026), tuan rumah Torino sukses melakukan comeback heroik untuk memaksakan hasil imbang 2-2 atas raksasa kota, Juventus. Dominasi Dusan Vlahovic dan Respon Berani Tuan Rumah Juventus, yang datang dengan ambisi menutup musim di papan atas, langsung tampil menekan sejak menit awal. Bianconeri berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi sang bomber, Dusan Vlahovic , pada menit ke-23. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Juventus kembali melebarkan jarak. Vlahovic, yang tampil klinis, mencatatkan brace alias gol keduanya pada menit ke-53. Situasi tampak genting bagi Torino, namun skuad asuhan tuan rumah justru menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Hanya berselang enam menit setelah gol kedua Juventus, Torino memberikan ...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Derby Jatim: Persebaya Pesta Gol 5-0, Persik Kediri Merana di GBT

MENJUAL HARAPAN — Persebaya Surabaya menutup kampanye mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan performa yang luar biasa impresif. Menjamu sesama tim Jawa Timur, Persik Kediri, dalam laga bertajuk Derby Jatim di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5/2026) malam, Bajul Ijo mengamuk dan menggulung tamunya dengan skor mencolok 5-0. Kemenangan telak di pekan pamungkas ini memastikan Persebaya mengunci posisi di papan atas, tepatnya di peringkat ke-4 klasemen akhir dengan raihan 58 poin. Sebaliknya, kekalahan memalukan ini memaksa Persik Kediri harus puas menyudahi musim di papan bawah, tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 39 poin. Dominasi Paruh Pertama: Gol Cepat Malik Risaldi Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula. Kecepatan lini depan Bajul Ijo benar-benar menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Macan Putih yang tampil rapuh malam itu. Menit 12: Malik Risaldi membuka keran gol...