Langsung ke konten utama

Juventus Berhasil Imbang Vs Lecce

 

MENJUAL HARAPAN - Juventus menjamu Lecce pada pekan ke-18 Liga Italia atau Serie A musim 2025-2026 berlangsung digelar di Stadion Juventus, Turin, Minggu dini hari WIB (4/1/2026).

Kickoff babak pertama ini, tuan rumah berusaha menyerang dengan agresif, akan tetapi pemain Lecce sigap menghadangnya, sehingga belum membuahkan hasil gol.

Juventus yang berada di papan atas, tampak kesulitan membongkar pertahanan Lecce sebagai tim yang berada di papan bawah.

Duel yang sengit ini, Lecce tampak lebih agresif terus melakukan tekanan dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Juventus, dan menit ke-45+2, Lemeck Banda berhasil menggetarkan gawang kiper Juventus.

Tuan rumah tertinggal 0-1 dari Lecce hingga turun minum.

Baca juga: Sossuolo Vs Parma Bertahan 1-1

Memasuki babak kedua, tuan rumah Juventus berusaha bangkit meningkatkan akselerasi serangannya dari berbagai lini ke pertahanan Lecce, dan empat menit (49’)di babak kedua ini, Juve akhirnya berhasil membalasnya melalui tendangan weston McKennie.

Kedudukan imbang 1-1, duel kedua kesebelasan ini makin sengit dan saling jual beli serangan pun tidak bisa dihindari, karena kedua-duanya berambisi memenangkan pertandingan ini kali, namun pertandingan ini hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan masih tetap tidak berubah, imbang 1-1.

Baca juga: Aston Villa Salip Man City Usai Kalahkan Nottringham Forest

Hasil berbagi poin ini, Juventus masih berada di papan atas urutan ke-4 dengan mengoleksi 33 poin, sedangkan Lecce berada di posisi ke-16 dengan 17 poin klasemen Serie A pekan ke-18 untuk Juve dan 17 untuk Lecce. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hegemoni Ekologis

Oleh Silahudin MENJUAL HARAPAN -  RETORITKA pembangunan berkelanjutan, dan jargon hijau tampak kian populer di ruang-ruang kebijakan, akan tetapi, di balik itu juga tersembunyi satu paradoks besar, yaitu alam terus mengalami kerusakan struktural, walau keberlanjutannya digembar-gemborkan.  Pergulatan hidup kita, dalam realitasnya dikonstruksi oleh bahasa, dan narasi yang seolah peduli terhadap lingkungan, namun, secara praksis terus-menerus melegitimasi eksploitasi. Pada titik simpul inilah, letak hegemoni ekologis, bukan hanya dominasi atas alam, tetapi juga dominasi atas cara berpikir tentang alam. Memang, hegemonis ekologis bekerja secara halus melalui wacana yang kita anggap netral, seperti istilah "pemanfaatan sumber daya", "optimalisasi kawasan", atau "efisiensi energi", dan lain sejenisnya. Dalam tataran kerangka tersebut, alam dikonstruksi sebagai objek pasif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Kepentingan ekonomi diselubungi bahasa sa...

Pekan ke-19 Premier League: Chelsea Vs Bournemouth, West Ham Lawan Brighton, dan MU Vs Wolves, Hasilnya Imbang

  MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-19 Premier League atau Liga Inggris musim 2025-2026 menyuguhkan pertandingan lanjutan di antaranya Chelsea berhadapan dengan Bourneout, Manchester United versus Wolves, dan West Ham lawan Brighton. Chelsea Vs Bournemouth T uan rumah Chelsea kontra Bournemouth berakhir imbang dengan skor gol akhir 2-2. B ertanding langsung digelar di di Stadion Stamford Bridge, London,  Rabu dini hari WIB   (31/12/2025) , tuan rumah Chelsea kebobolah lebih dahulu di menit ke-6, dimana David Brooks menggetarkan gawang kiper Chelsea. S embilan menit kemudian (15’), Chelsea berhasil membalasnya lewat tendangan penalti Cole Palmer, sehingga kedudkan menjadi 1-1. D uel babak pertama kedua tim ini sungguh sangat menengangkan, adu serang tiada henti mengancam pertahanan dan gawang kiper maisng-masing. A ksi serangan terus terujadid, utamanya tuan yang tidak mau kehilangan poin, terus menekan, sehingga pada menit ke-23, Enzo Fernandez berhasil mencetak gol ke gawang ki...

Ulasan Matchday Keenam Liga Eropa 2025/2026

MENJUAL HARAPAN - PEKAN keenam Liga Eropa musim 2025/2026 menutup babak penyisihan grup dengan drama yang tak kalah dari panggung utama Liga Champions. Malam penuh intensitas itu menghadirkan kejutan, kepastian, dan tragedi bagi tim-tim yang gagal memanfaatkan momentum terakhir. Dari Glasgow hingga Lyon, dari Porto hingga Basel, setiap stadion menjadi panggung cerita yang akan dikenang sepanjang musim. Celtic Park yang biasanya bergemuruh justru menjadi saksi bisu keperkasaan AS Roma. Tim Serigala Ibukota tampil dingin dan klinis, menggilas Celtic dengan skor telak 0-3. Roma menunjukkan kedewasaan taktik, seakan ingin menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di kompetisi ini. Celtic, yang sempat berharap pada dukungan publik Skotlandia, justru terlihat kehilangan arah sejak menit awal. Di Bucharest, drama sesungguhnya terjadi. FCSB menjamu Feyenoord dalam duel yang berakhir dengan skor gila: 4-3. Pertandingan ini layak disebut sebagai pesta gol yang penuh emosi. FCSB, dengan d...