Langsung ke konten utama

Ulasan Pekan ke-25 Liga Inggris: Leeds Tumbangkan Nottingham Forest

 

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-25 Premier League menghadirkan drama seru di Elland Road. Leeds tampil garang dan menumbangkan Nottingham Forest dengan skor 3-1.

Jalannya Pertandingan

Jayden Bogle (26’) membuka pesta gol lewat sepakan akurat yang bikin publik tuan rumah bergemuruh.

Noah Okafor (30’) menambah luka Forest hanya empat menit berselang dengan finishing klinis.

Dominic Calvert-Lewin (49’) memastikan Leeds unggul jauh 3-0, memanfaatkan momentum di awal babak kedua.

Forest sempat memperkecil kedudukan lewat sundulan Lorenzo Lucca (86’), tapi itu hanya jadi gol hiburan.

Statistik Kunci

Penguasaan bola: Leeds 57% vs Forest 43%

Rekor musim ini: Leeds (7 menang, 10 kalah), Forest (7 menang, 13 kalah)

Leeds menunjukkan progres positif, meski masih berjuang keluar dari papan bawah.



Warna Liga Pekan Ini

Duel besar lain pekan ke-25: Manchester United vs Tottenham dan Liverpool vs Manchester City yang diprediksi jadi penentu arah perebutan gelar.

Persaingan papan atas makin panas, sementara tim-tim papan bawah seperti Leeds dan Forest berusaha keras menjauh dari zona degradasi.

Leeds ibarat singa yang bangun dari tidur panjang—tajam, cepat, dan penuh percaya diri. Forest? Terlambat panas, baru menggeliat di menit-menit akhir. Pekan ke-25 ini jelas jadi panggung Leeds untuk menunjukkan bahwa mereka belum habis. (*_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...