Langsung ke konten utama

Mereka Tuan Rumah: Sassuolo, Lecce dan Pisa Digunduli Lawannya pada Pekan ke-19 Serie A

 


MENJUAL HARAPAN PEKAN ke-19 Serie A musim 2025-2026 pada Rabu dini hari WIB (7/1/2026) menyuguhkan pertandingan Sassuolo versus Juventus, Lecce kontra Roma, dan Pisa menjamu Como.

Tiga tuan rumah, yaitu Sassuolo digunduli Juventus dengan skor gol akhir 0-3, Lecce dipreteli Roma dengan kekalahan 0-2, dan Pisa diperdayai Como dengan 0-3.

Sassuolo Vs Juventus

Juventus yang tandang ke markas Sassuolo di Stadion Mapei, Rabu dini hari WIB (7/1/2026), tampak langsung ambil inisiatif begitu kickoff babak pertama.

Percaya diri para pemain Juve pada laga ini, terlihat dengan aksi-aksi serangan yang gencar dilancarkan, sehingga pada menit ke-16, membawa keunggulan akibat terjadi gol bunuh diri (GBD) pemian Sassuolo.

Tuan rumah Sassuolo tertinggal 0-1 di menit ke-16 ini, berusaha membalasnya dengan serangan yang makin masif, akan tetapi hadangan demi hadangan pemain Juventus membuat serangannya gagal.

Juventus unggul sementara di babak pertama hingga istirahat.

Usai istirahat, tuan rumah Sassuolo berusaha bangkit dengan menekan lawannya. Serangan yang dilancarkan para pemain Sassuolo terus menekan pertahanan Juve, namun masih belum membuahkan hasil gol.

Duel kedua kesebelasan makin sengit dengan saling memberi shock therapy tendangan jarak jauh, kendati tidak gol.

Juventus, juga turus melakukan aksi serangannya ke pertahanan Sassuolo, dan akhirnya serangan Juventus melalui Fabio Miretti berhasil menggetarkan gawang kiper tuan rumah pada menit ke-62.

Juventus unggul sementara 2-0 atas Sassuolo ini, makin menggila belum genap masuk ke menit 64, tepatnya menit ke-63 lebih Juve kembali membobol gawang kiper Sassuolo yang dicetak oleh Jonatha David. Tuan rumah kembali tertinggal 0-3 dari Juventus.  

Di tengah ketertinggal jauh, Sassuolo terus berusaha melakukan serangan ke pertahanan lawannya, namun dengan waktu makin menipis, tuan rumah tidak mampu membalasnya satu gol pun.

Hasil pertandingan ini, Sassuolo kehilangan poin, dan kini berada di urutan ke-10 dengan masih mengolkesi 23 poin, dan Juventus dengan meriah tiga poin penuh, berada di urutan ke-4 dengan mengoleksi 36 poin pada klasemen sementara Liga Italia 2025-2026.

Lecce Vs Roma

Lecce di pekan ke-19 ini menjamu AS Roma berlangsung digelar di Via del Mere, Rabu (7/1/2026).

Sejak kickoff dimulai, tampak Roma langsung berinisiatif melakukan serangan ke pertahanan tuan rumah.

Serangan terjadi dilakukan oleh kedua tim menekan pertahanan lawannya, dan Roma pada menit ke-14 melalui Evan Ferguson berhasil membobol gawang kiper Lecce, sehingga kedudukan menjadi 0-1.

Tuan rumah Lecce yang tertinggal 0-1 dari Roma, berusaha meningkatkan volume serangannya ke pertahanan Roma, akan tetapi masih belum menghaislkan gol.

Kedudukan 0-1, akhirnya tidak alami perubahan hingga babak pertama istirahat.

Pertandingan duel Lecce versus Roma kembali dimulai di babak kedua, tuan rumah Lecce berusaha bangkit dari ketertinggalannya menginisiasi serangan demi serangan, namun tidak berhasil membuahkan gol. Justru sebaliknya, Roma kembali menekan pertahanan tuan rumah, dan di menit ke-71 Artem Dovbyk berhaisl membobol gawang kiper tuan rumah.

Lecce kembali kebobolan dan kedudukan gol 0-2, duel kedua tim ini tidak mengendor, malah makin seru dengan aksi-aksi serangan yang makin tinggi dilakukan kedua tim.

Lecce, tidak berhasil memperkecil ketertinggalan gol hingga pertandingan berakhir.

Lecce, kini menduduki posisi ke-16 dengan mengoleksi 17 poin, sedangkan Roma dengan nambah tiga poin dari haisl pertandingan ini, berada di urutan ke-5 dengan mengoleksi 36 poin pada klasemen pekan ke-19 Serie A.

Pisa Vs Como

Serie A pada pertandingan lainnya, mempertemukan Pisa versus Como berlangsung digelar di Arena Garibaldi- Studio Romeo Anconetani, Rabu (7/1/2026).

Babak pertama duel Pisa kontra Como ini begitu sengit dengan saling jual beli serangan menekan pertahanan lawannya.

Serangan demi serangan yang nyaris tiada henti diperagakan kedua kesebelasan ini, namun hingga babak pertama berakhir tidak ada satu gol pun yang terjadi, alias 0-0.

Kemudian, lanjut babak kedua, duel ini masih menunjukkan volume serangan yang tinggi, utamanya dilakukan oleh tuan rumah yang ambisi memenangkan pertandingan.

Akan tetapi, memasuki menit ke-68, Pisa kebobolan gawangnya dimana Maximo Perrone berhasil membobol gawang kiper Pisa, dengan kedudukan sementara Pisa 0-1 Como.

Como yang unggul lebih dulu ini, terus menekan pertahanan Pisa yang bertubi-tubi, sehingga kembali membuahkan hasil gol di menit ke-76 Anastasios Douvikes berhasil membobol gawang kiper tuan rumah, dan Como kembali unggul dengan 2-0.

Waktu normal pertandingan makin menipis, Pisa masih belum berhasil membalas kebobolan golnya. Dan waktu normal pertandingan berakhir, akan tetapi ada waktu tambahan, di waktu tambahan ini juga dioptimalkan para pemain Como dengan terus menekan pertahanan Pisa, sehingga terjadi pelanggaran pemainnya pada menit ke-90+6 di garis pertahanan yang mengakibatkan kena hukuman penalti.

Hadiah penalti untuk Como dipercayakan untuk mengeksekusinya pada Anastasios Douvikes, dan berhasil dieksekusi dengan baiak, sehingga Como nambah gol menjadi 3.

Pertandingan dengan berakir tuan rumah Pisa 0-3 Como, dan Pisa kini berada di zona degradasi yang mengoleksi 12 poin, dan Como menduduki posisi ke-6 dengan mengoleksi 33 poin klasemen Serie A pekan ke-19. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hegemoni Ekologis

Oleh Silahudin MENJUAL HARAPAN -  RETORITKA pembangunan berkelanjutan, dan jargon hijau tampak kian populer di ruang-ruang kebijakan, akan tetapi, di balik itu juga tersembunyi satu paradoks besar, yaitu alam terus mengalami kerusakan struktural, walau keberlanjutannya digembar-gemborkan.  Pergulatan hidup kita, dalam realitasnya dikonstruksi oleh bahasa, dan narasi yang seolah peduli terhadap lingkungan, namun, secara praksis terus-menerus melegitimasi eksploitasi. Pada titik simpul inilah, letak hegemoni ekologis, bukan hanya dominasi atas alam, tetapi juga dominasi atas cara berpikir tentang alam. Memang, hegemonis ekologis bekerja secara halus melalui wacana yang kita anggap netral, seperti istilah "pemanfaatan sumber daya", "optimalisasi kawasan", atau "efisiensi energi", dan lain sejenisnya. Dalam tataran kerangka tersebut, alam dikonstruksi sebagai objek pasif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Kepentingan ekonomi diselubungi bahasa sa...

Pekan ke-19 Premier League: Chelsea Vs Bournemouth, West Ham Lawan Brighton, dan MU Vs Wolves, Hasilnya Imbang

  MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-19 Premier League atau Liga Inggris musim 2025-2026 menyuguhkan pertandingan lanjutan di antaranya Chelsea berhadapan dengan Bourneout, Manchester United versus Wolves, dan West Ham lawan Brighton. Chelsea Vs Bournemouth T uan rumah Chelsea kontra Bournemouth berakhir imbang dengan skor gol akhir 2-2. B ertanding langsung digelar di di Stadion Stamford Bridge, London,  Rabu dini hari WIB   (31/12/2025) , tuan rumah Chelsea kebobolah lebih dahulu di menit ke-6, dimana David Brooks menggetarkan gawang kiper Chelsea. S embilan menit kemudian (15’), Chelsea berhasil membalasnya lewat tendangan penalti Cole Palmer, sehingga kedudkan menjadi 1-1. D uel babak pertama kedua tim ini sungguh sangat menengangkan, adu serang tiada henti mengancam pertahanan dan gawang kiper maisng-masing. A ksi serangan terus terujadid, utamanya tuan yang tidak mau kehilangan poin, terus menekan, sehingga pada menit ke-23, Enzo Fernandez berhasil mencetak gol ke gawang ki...

Ulasan Matchday Keenam Liga Eropa 2025/2026

MENJUAL HARAPAN - PEKAN keenam Liga Eropa musim 2025/2026 menutup babak penyisihan grup dengan drama yang tak kalah dari panggung utama Liga Champions. Malam penuh intensitas itu menghadirkan kejutan, kepastian, dan tragedi bagi tim-tim yang gagal memanfaatkan momentum terakhir. Dari Glasgow hingga Lyon, dari Porto hingga Basel, setiap stadion menjadi panggung cerita yang akan dikenang sepanjang musim. Celtic Park yang biasanya bergemuruh justru menjadi saksi bisu keperkasaan AS Roma. Tim Serigala Ibukota tampil dingin dan klinis, menggilas Celtic dengan skor telak 0-3. Roma menunjukkan kedewasaan taktik, seakan ingin menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di kompetisi ini. Celtic, yang sempat berharap pada dukungan publik Skotlandia, justru terlihat kehilangan arah sejak menit awal. Di Bucharest, drama sesungguhnya terjadi. FCSB menjamu Feyenoord dalam duel yang berakhir dengan skor gila: 4-3. Pertandingan ini layak disebut sebagai pesta gol yang penuh emosi. FCSB, dengan d...