Langsung ke konten utama

Sementara Persib Bandung Berada di Puncak Klasemen Usai Kalahkan PSM Makasar

BANDUNG, MENJUAL HARAPAN - Persib Bandung menjamu PSM Makasar berlangsung digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu malam (27/12/2025). Duel musuh bubuyutan ini, begitu sengit sejak kickoff babak pertama hingga pertandingan berakhir.

Strategi dan taktik yang diperagakan oleh kedua tim ini, saling menegasi dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan lawannya.

Maung Bandung, baru mampu melesatkan si kulit putih bundar ke gawang kiper PSM Makasar melalui sundulan Andrew Jung pada menit ke-26.

Gol Andrew Jung bergemuruh disambut suka cita para bobotoh di stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Usai kedudukan 1-0, duel pekan ke-15 BRI Super League musim 2025-2026 ini, memang sangat menyedot para penonton khususnya yang langsung berada di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Memang, tak bisa disangkal pertandingan pekan ke-15 antara Persib Bandung versus PSM Makasar ini sangat menegangkan. Saling jual beli serangan yang mengancam gawang kiper masing-masing terus terjadi selama pertandingan.

Walau ancaman demi ancaman ke pertahanan Persib Bandung yang dilakukan oleh para pemain PSM baik langsung maupun melalui tendangan bebas dan tendangan sudut, terjadi, akan tetapi tidak membuahkan gol.

Begitu juga sebaliknya, Maung Bandung dengan sedikit bertahan, namun tetap menekan pertahanan PSM Makasar, juga tidak menghasilkan kembali gol.

Pertandingan berakhir dengan dimenangkan oleh tuan rumah Persib Bandung dengan skor gol akhir 1-0 atas PSM Makasar.

Hasil tiga poin untuk Persib Bandung ini, membawanya ke puncak klasemen sementra yang menggulingkan Borneo FC yang selama ini berada di puncak klasemen.

Kedudukan Persib Bandung di puncak klasemen BRI Super League pekan ke-15 ini, mengoleksi 34 poin, sementara lawanya PSM Makasar berada di urutan ke-8 dengan mengoleksi 19 poin.

Pada pertandingan lainnya, Persik Kediri berhadapan dengan Persis Solo yang digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Sabtu (27/12/2025).

Macan Putih untuk sebutan Persik Kediri berhasil kalahkan Persis Solo dengan skor gol 2-1.

Dua gol tuan rmah Persik Kediri dicetak pada menit ke-26 melalui tendangan penalti Ezra Wilian, dan menit ke-45+1 melalui tendangan Jose Enrique  Rodriguez.

Sementara satu gol balasan Persis Solo yang disumbangkan oleh Xandro Schenk di menti ke-90+3.

Persik Kediri raih tiga poin, dan kini berada di posisi ke-12 dengan mengoleksi 18 poin dari lima belas kali pertandingan. Sementara Persis Solo berada di zona degradasi dengan kantongi 7 poin pada klasemen BRI Super League musim 2025-2026 pekan ke-15. (S_267)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...