Langsung ke konten utama

Leeds Perdayai Crystal Palace 4-1 di Pekan Ke-17 Liga Inggris

MENJUAL HARAPAN Leeds berhasil taklukkan lawannya Crystal Palace dengan skor gol akhir 4-1 pada pertandingan pekan ke-17 Premier League musim 2025-2026.

Dominasi Leeds sejak babak pertama kickoff tampak terlihat dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan lawannya dari berbagai lini.

Tuan rumah Leeds baru berhasil mencetak gol perdana pada menit ke-38 oleh Dominic Calvert-Lewin, dan Dominic Calvert-Lewin kembali menggetarkan gawang kiper Crystal Palace pada menit tambahan atau injury time, menit ke-45+4. Dan kedudukan 2-0 untuk tuan rumah ini hingga turun minum.

Usaia istirahat, kedua kesebelasan kembali ke lapangan, dan kedua tim juga berusaha bangkit untuk meraih kemenangan laga ini.

Babak kedua makin sengit dengan aksi-aksi serangan yang ditontonkan kedua kesebelasa, namun tampak tuan rumah masih menguasai irama pertandingan ini, sehingga Ethan Ampadu pada menit ke-60 berhasil menggoyangkan gawang kiper Crystal Palace.

Leeads nambah gol menjadi 3, dan tampak tiada henti ambisi membombardir pertahanan Crystal Palace, walau sesekali Crytal Palace melakukan perlawanan dengan menekan pertahanan tuan rumah.

Tekanan pemain-pemain Crystal Palace ke pertahanan tuan rumah Leeds akhirnya membuahkan tendangan gol pada titik penalti di menit ke-90+2. Dan eksekutor tendangan penalti dipercayakan pada Justin Devenny, sehingga berhasil membobol gawang kiper Leeds.

Kedudukan berubah menjadi 3-1 di waktu injury time, namun tuan rumah tampak tidak puas dengan raihan gol sementara, sehingga di menit ke-90+11 Anton Stach berhasil menambahkan gol untuk timnya, sehingga kedudukan kembali beurbah menjadi 4-1.  

Baca juga: Newcastle Vs Chelsea, Chelsea Mampu Menyamakan Gol

Kedudukan ini tidak berubah lagi hingga wasit meniup peluit panjang berakhirnya pertandingan, dan Leeds berhasil raih tiga poin, yang kini berada di urutan ke-16 dengan mengoleksi 19 poin, sedangkan Crystal Palace nempati posisi ke-8 dengan koleksi 26 poin klasemen Liga Inggris pekan ketujuh belas. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...