Langsung ke konten utama

Inter Menang Tipis, Lecce dan Pisa Tunjukkan Taji


MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-10 Serie A 2025/2026 menyajikan laga-laga menarik yang memperlihatkan ketatnya persaingan di papan tengah dan atas. Berikut ulasan tiga pertandingan yang patut disorot.

Verona 1 - 2 Inter: Nerazzurri Amankan Tiga Poin

Inter Milan kembali menunjukkan mental juara saat bertandang ke markas Hellas Verona. Meski sempat kesulitan menembus pertahanan tuan rumah, Inter berhasil mencetak dua gol dan mengunci kemenangan 2-1. Verona sempat memberi perlawanan sengit, namun kualitas lini depan Inter menjadi pembeda.

Kemenangan ini memperkuat posisi Inter di papan atas, menjaga jarak dengan para pesaing seperti Milan dan Roma. Inter kini menjadi salah satu tim yang paling konsisten dalam sepuluh pekan pertama.

Fiorentina 0 - 2 Lecce: Tim Tamu Tampil Efisien

Lecce tampil mengejutkan dengan kemenangan bersih atas Fiorentina di Artemio Franchi. Dua gol tanpa balas menunjukkan efektivitas serangan Lecce dan kelemahan Fiorentina dalam menyelesaikan peluang. Lecce kini mulai merangkak naik di klasemen, sementara Fiorentina harus segera berbenah jika tak ingin tertinggal lebih jauh.

Torino 2 - 2 Pisa: Duel Sengit Berakhir Imbang

Pertandingan antara Torino dan Pisa berakhir dengan skor 2-2, hasil yang mencerminkan ketatnya duel di lapangan. Kedua tim saling balas gol dan menunjukkan semangat juang tinggi. Bagi Torino, hasil ini cukup mengecewakan karena bermain di kandang sendiri, sementara Pisa pulang dengan satu poin berharga.

Klasemen sementara Serie A semakin padat di papan atas, dengan Milan, Roma, dan Inter bersaing ketat. Bologna mulai menyalip, sementara Lecce dan Pisa menunjukkan potensi sebagai ancaman dari papan tengah. Pekan depan, laga Sassuolo vs Genoa dan Lazio vs Cagliari akan melengkapi pekan ke-10 dan bisa mengubah peta persaingan. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...