Langsung ke konten utama

Liga Prancis 2025/2026 Pekan Keenam Tuntas, Perebutan Tahta Kian Memanas


MENJUAL HARAPAN - Liga Prancis musim 2025/2026, tampak makin ketat dalam pemburuan klasemennya. Maisng-maisng klub berusaha merebut posisi prestisius klasemen. 

Pekan keenam Liga Prancis musim 2025/2026 telah rampung, dan atmosfer kompetisi semakin membara. Persaingan di papan atas klasemen makin ketat, dengan dua raksasa Prancis, PSG dan Lyon, sama-sama mengoleksi 15 poin. Akan tetapi, selisih gol menjadi pembeda yang menempatkan PSG di puncak.

Duel Sengit di Puncak klasemen: PSG vs Lyon

PSG tampil dominan dengan 5 kemenangan dan hanya 1 kekalahan. Mereka mencetak 12 gol dan hanya kebobolan 4 kali, menghasilkan selisih gol +8.

Lyon, meski juga meraih 5 kemenangan dan 1 kekalahan, hanya mencetak 8 gol dan kebobolan 3 kali, selisih gol +5.

Kekuatan PSG terlihat dari produktivitas dan solidnya lini belakang. Sementara Lyon menunjukkan efisiensi, namun perlu meningkatkan daya gedor untuk menyalip sang juara bertahan.

Persaingan Ketat di Zona Eropa

Posisi 3 hingga 7 pekan keenam ini, dihuni oleh lima tim yang sama-sama mengoleksi 12 poin, namun dibedakan oleh selisih gol dan produktivitas.

Inilah tim-timnya

Pos

Tim

Poin

M

S

K

GM

GK

SG

3

Marseille

12

4

0

2

12

5

+7

4

Monaco

12

4

0

2

14

10

+4

5

Strasbourg

12

4

0

2

9

7

+2

6

LOSC

12

3

1

2

13

9

+4

7

Lens

12

3

1

2

8

5

+3


Monaco menjadi tim paling produktif di zona ini dengan 14 gol, namun rapuh di pertahanan.

Marseille tampil seimbang, dengan pertahanan solid dan serangan tajam.

LOSC dan Lens masih punya peluang menyalip, terutama jika mampu menjaga konsistensi.

Tim Penantang dan Papan Tengah

Rennes berada di posisi ke-8 dengan 9 poin, hasil dari 2 kemenangan dan 3 seri. Namun selisih gol -1 menunjukkan masih ada pekerjaan rumah di lini belakang.

Brest dan Toulouse sama-sama mengoleksi 7 poin, namun Toulouse lebih rentan dengan selisih gol -2.

Secara keseluruhan Liga Prancis musim ini menyuguhkan kompetisi yang sangat terbuka. PSG dan Lyon bersaing ketat di puncak, sementara zona Eropa diperebutkan oleh lima tim yang hanya dibedakan oleh detail statistik. Dengan performa yang fluktuatif dan jadwal padat ke depan, klasemen bisa berubah drastis dalam satu pekan saja. Karena setiap gol bisa jadi penentu nasib di akhir musim. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hegemoni Ekologis

Oleh Silahudin MENJUAL HARAPAN -  RETORITKA pembangunan berkelanjutan, dan jargon hijau tampak kian populer di ruang-ruang kebijakan, akan tetapi, di balik itu juga tersembunyi satu paradoks besar, yaitu alam terus mengalami kerusakan struktural, walau keberlanjutannya digembar-gemborkan.  Pergulatan hidup kita, dalam realitasnya dikonstruksi oleh bahasa, dan narasi yang seolah peduli terhadap lingkungan, namun, secara praksis terus-menerus melegitimasi eksploitasi. Pada titik simpul inilah, letak hegemoni ekologis, bukan hanya dominasi atas alam, tetapi juga dominasi atas cara berpikir tentang alam. Memang, hegemonis ekologis bekerja secara halus melalui wacana yang kita anggap netral, seperti istilah "pemanfaatan sumber daya", "optimalisasi kawasan", atau "efisiensi energi", dan lain sejenisnya. Dalam tataran kerangka tersebut, alam dikonstruksi sebagai objek pasif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Kepentingan ekonomi diselubungi bahasa sa...

Ulasan Matchday Keenam Liga Eropa 2025/2026

MENJUAL HARAPAN - PEKAN keenam Liga Eropa musim 2025/2026 menutup babak penyisihan grup dengan drama yang tak kalah dari panggung utama Liga Champions. Malam penuh intensitas itu menghadirkan kejutan, kepastian, dan tragedi bagi tim-tim yang gagal memanfaatkan momentum terakhir. Dari Glasgow hingga Lyon, dari Porto hingga Basel, setiap stadion menjadi panggung cerita yang akan dikenang sepanjang musim. Celtic Park yang biasanya bergemuruh justru menjadi saksi bisu keperkasaan AS Roma. Tim Serigala Ibukota tampil dingin dan klinis, menggilas Celtic dengan skor telak 0-3. Roma menunjukkan kedewasaan taktik, seakan ingin menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di kompetisi ini. Celtic, yang sempat berharap pada dukungan publik Skotlandia, justru terlihat kehilangan arah sejak menit awal. Di Bucharest, drama sesungguhnya terjadi. FCSB menjamu Feyenoord dalam duel yang berakhir dengan skor gila: 4-3. Pertandingan ini layak disebut sebagai pesta gol yang penuh emosi. FCSB, dengan d...

Fiorentina Vs Verona, Udinese Vs Napoli, dan Milan Imbang Lawan Sassuolo

  MENJUAL HARAPAN - Tuan rumah Fieorentina alami kekalahan dari Verona dengan skor gol 1-2 pada pekan ke-15. Fiorentina berada di zona degradasi dengan koleksi 6 poin, sedangkan Verona berada di urutan ke-18 dengan koleksi 12 poin pada klasemenn sementara Serie A pekan kelima belas. Adapun pada pertandingan lainnya, Udinese mengalahkan Napoli dengan skor gol 1-0. Gol semata wayang Udinese dicetak Jurgen Ekkelenkamp, dan kini Udinese berada di urutan ke-10 dengan 21 poin, sementara Napoli sendiri masih bertengger di papan atas urutan ke-3 dengan koleksi 31 poin pada klasemen sementara Serie A pekan ke-15. Sedangakn, Milan menjamu Sassuolo berakhir dengan skor gol 2-2. Masing-masing dua gol itu, AC Milan terlebih dahulu kecolongan gawangnya pada menit ke-13 lewat tendangan Ismael Kone. Namun, tuan rumah AC Milan berhasil menyamakan kedudukan gol 1-1 pada menit ke-34 lewat tusukan Devide Bartesaghi. Selanjutny,a pada menit ke-47, tuan rumah AC Milan berhasil unggul lebih dahulu yang d...