MENJUAL HARAPAN - Stadion Marcantonio Bentegodi menjadi saksi bisu betapa kejamnya persaingan di kasta tertinggi Italia, Serie A, pada Jumat dini hari WIB (16/1/2026). Pertemuan antara Hellas Verona dan Bologna bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung adu taktik dan mentalitas yang berakhir dengan kemenangan tipis tim tamu, 3-2.
Laga baru berjalan 13 menit ketika publik tuan rumah meledak dalam kegembiraan. Gift Orban, penyerang tajam Gialloblu, melepaskan sebuah peluru dari luar kotak penalti yang menghujam deras ke gawang Bologna tanpa mampu diantisipasi. Gol ini seolah memberi harapan bagi Verona untuk segera keluar dari jeratan zona merah.
Akan tetapi, euforia pendukung Verona ternyata hanya berumur pendek. Bologna yang tampil dengan organisasi permainan yang lebih matang tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun meski tertinggal lebih dulu. Skuad asuhan Vincenzo Italiano ini, perlahan mulai mengambil alih kendali lini tengah dan mendikte ritme permainan.
Respons cepat tim tamu datang di menit ke-21 melalui kaki emas Riccardo Orsolini. Sebuah eksekusi tendangan bebas yang melengkung indah menjadi jawaban berkelas atas gol pembuka tuan rumah. Skor imbang 1-1 ini menjadi titik balik krusial yang meruntuhkan kepercayaan diri lini pertahanan Verona.
Gelombang serangan Rossoblu kian tak terbendung ketika Jens Odgaard membalikkan keadaan pada menit ke-29. Kecepatan dan penempatan posisi yang cerdik membuat Odgaard berhasil mengubah papan skor menjadi 1-2, memaksa tuan rumah tertunduk lesu di hadapan pendukungnya sendiri dalam waktu kurang dari setengah jam.
Sesaat sebelum turun minum, Santiago Castro mencuri panggung dengan aksi individual yang spektakuler. Dari jarak yang cukup jauh, ia melepaskan tembakan spekulasi yang berakhir di pojok gawang Lorenzo Montipo. Gol di menit ke-44 ini menutup babak pertama dengan keunggulan telak 1-3 untuk keperkasaan Bologna.
Memasuki paruh kedua, Verona yang tidak ingin malu di kandang sendiri, mencoba menaikkan intensitas tekanan. Perubahan strategi ini sempat membuahkan harapan ketika gelandang Bologna, Remo Freuler, melakukan kesalahan fatal dengan mencetak gol ke gawangnya sendiri. Skor menipis menjadi 2-3 dan menghidupkan kembali asa tuan rumah.
Meski berada dalam tekanan hebat di sisa waktu pertandingan, barisan belakang Bologna yang digalang oleh Sam Beukema tampil sangat disiplin. Mereka membentuk tembok kokoh yang sulit ditembus, meredam setiap upaya serangan sporadis yang dilancarkan anak-anak asuh Verona hingga peluit panjang berbunyi.
Secara statistik, kemenangan Bologna memang layak diraih berkat dominasi penguasaan bola yang mencapai 59%, dan produktivitas serangan dengan total 14 tembakan. Efektivitas transisi dari bertahan ke menyerang menjadi kunci utama mengapa Rossoblu mampu membawa pulang poin penuh dari laga tandang yang sulit ini.
Hasil ini membawa Bologna merangsek ke posisi delapan klasemen dengan 30 poin, memperkuat posisi mereka di papan tengah. Sebaliknya, kekalahan ini semakin membenamkan Hellas Verona di dasar klasemen.
Dengan koleksi 13 poin, mereka kini menghadapi jalan terjal untuk mengejar ketertinggalan empat poin demi keluar dari zona degradasi. (S_267)
Komentar