Langsung ke konten utama

Premier League 2025/2026: Analisis Prediksi Untuk Pertandingan Besar Di Pekan Ke-18


MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-17 Liga Inggris musim 2025/2026 telah tuntas dengan segala dinamikanya dalam perebutan klasemen. Kini kasta tertinggi sepak bola Inggris, memasuki pekan ke-18, dan aroma persaingan di Premier League musim 2025/2026 ini semakin menyengat, terutama dengan jadwal padat akhir tahun yang biasanya menjadi "kuburan" bagi tim yang tidak memiliki kedalaman skuad yang mumpuni.

Mari kita mulai dengan laga yang paling dinanti, sebuah duel klasik yang akan mempertemukan sang pemuncak klasemen, Arsenal, melawan Liverpool. Meskipun Liverpool saat ini tertahan di posisi kelima, pertandingan ini tetaplah sebuah blockbuster.

Arsenal akan sangat diuji konsistensi pertahanannya oleh lini serang Liverpool yang, meski pertahanannya keropos, tetap punya daya ledak yang bisa melukai siapa saja.

Bagi Mikel Arteta, pekan ke-18 merupakan momentum untuk membuktikan bahwa keunggulan dua poin di puncak bukan sekadar keberuntungan awal musim. Tampaknya, Arsenal akan bermain lebih pragmatis, mencoba mengunci serangan balik kilat The Reds. Jika mereka bisa mematikan suplai bola di lini tengah, Meriam London kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang tipis dan mengukuhkan posisi mereka di puncak.

Bergeser sedikit ke utara, kita punya "Pertempuran Para Raksasa Baru" antara Manchester City melawan Aston Villa. Ini bukan lagi sekadar laga tim besar melawan tim kuda hitam, melainkan duel antara peringkat dua dan peringkat tiga. Unai Emery telah membuktikan bahwa sistemnya di Villa Park bisa meruntuhkan dominasi tim manapun, dan Pep Guardiola pasti sangat menyadari ancaman ini.

City memang mesin gol dengan 41 lesakan, namun Villa punya organisasi pertahanan yang sangat rapi dan transisi yang mematikan. Diprediksi, ini akan menjadi laga catur yang sangat taktis di mana kesalahan sekecil apa pun akan berakibat fatal. Dan tidak akan terkejut jika laga ini berakhir imbang, yang tentu saja akan menjadi kabar gembira bagi Arsenal di puncak klasemen.

Lalu, bagaimana dengan Chelsea yang sedang duduk manis di posisi keempat? Mereka dijadwalkan menghadapi tim papan bawah yang seharusnya menjadi lumbung poin. Akan tetapi, di Premier League, rasa jemawa adalah musuh terbesar. Dengan selisih gol plus 12, Chelsea punya modal kepercayaan diri tinggi, dan mereka akan mengamankan tiga poin untuk terus menempel ketat tiga besar.

Sorotan tajam pekan ini tentu saja tertuju pada Sunderland. Tim asuhan "The Black Cats" ini akan menghadapi ujian mental yang sesungguhnya saat mereka ditantang oleh Manchester United. Sunderland saat ini berada di posisi keenam, satu tingkat di atas United, sebuah anomali yang membuat publik Old Trafford mulai gerah. Ini adalah pertaruhan harga diri bagi kedua tim.

Bagi Manchester United, laga ini adalah harga mati untuk menghentikan tren negatif mereka (dua kekalahan di lima laga terakhir). Saya melihat Erik ten Hag—atau siapapun yang duduk di kursi pelatih saat itu—akan melakukan perombakan besar di lini tengah. Jika United gagal menang lagi, kekhawatiran gejolak di internal mereka akan semakin sulit diredam oleh manajemen.

Sunderland sendiri tidak punya beban. Mereka akan bermain lepas seperti yang mereka tunjukkan dalam 17 pekan terakhir. Diprediksi, Sunderland akan kembali membuat kejutan dengan mencuri minimal satu poin, memanfaatkan kegugupan barisan pertahanan United yang sudah kebobolan 28 gol sejauh ini.

Jangan lupakan duel antara Crystal Palace dan Brighton. Ini merupakan pertemuan dua tim yang hanya selisih dua poin di papan tengah. Palace sedang dalam tren buruk dengan dua kekalahan beruntun, sementara Brighton selalu punya cara untuk mendominasi penguasaan bola. Diprediksi  laga ini akan berjalan sangat fisik, dengan hasil imbang yang paling adil bagi keduanya.

Di posisi ke-10, Everton menghadapi jadwal yang cukup berat untuk mempertahankan posisinya di sepuluh besar. Setelah kekalahan di laga terakhir, Sean Dyche pasti akan menuntut reaksi instan dari anak asuhnya. Mereka butuh kemenangan untuk menjauh dari kejaran tim-tim di bawahnya yang hanya terpaut selisih gol tipis.

Pekan ke-18 ini akan menjadi pekan di mana "kedalaman skuad" berbicara lebih keras daripada "taktik". Tim yang melakukan rotasi dengan tepat tanpa mengurangi kualitas permainan akan menjadi pemenang sejati. Faktor kelelahan pemain pilar setelah 17 pekan yang intens akan mulai terlihat di menit-menit akhir pertandingan.

Di musim 2025/2026 ini, gol-gol dari bangku cadangan menjadi penentu di lebih dari 30% pertandingan. Arsenal dan City memiliki keunggulan besar di sini karena kualitas bangku cadangan mereka yang hampir setara dengan pemain inti.

Pertarungan di zona Liga Champions (peringkat 4-6) juga akan semakin panas. Dengan poin yang sama antara Chelsea dan Liverpool (29 poin), serta Sunderland yang menguntit dengan 27 poin, satu hasil seri saja bisa mengubah peta klasemen secara drastis dalam satu malam. Inilah keindahan Premier League yang selalu membuat kita terjaga di malam hari.

Terlihat adanya potensi kebangkitan dari tim-tim seperti Brighton dan Everton. Meski mereka berada di posisi 9 dan 10, secara permainan mereka tidak kalah jauh dari tim di posisi 7 atau 8. Pekan ke-18 bisa menjadi pintu bagi mereka untuk merangkak naik jika mampu memanfaatkan momentum inkonsistensi Manchester United.

Prediksi keseluruhan untuk pekan ke-18 adalah pekan yang penuh dengan hasil mengejutkan. Tidak akan ada banyak kemenangan telak; mayoritas laga akan ditentukan oleh margin satu gol atau berakhir sama kuat. Ini adalah fase di mana mentalitas juara mulai dipisahkan dari sekadar performa apik sesaat.

Baca juga: Lika-liku Pekan ke-17: Saat Meriam London Menjauh dan Sunderland Mengusik Kemapanan

Arsenal kemungkinan besar tetap di puncak, namun jarak poin antara peringkat 2 hingga 5 bisa saja semakin rapat. Aston Villa tetap akan menjadi pengganggu utama di papan atas, sementara Sunderland akan terus membuktikan bahwa mereka pantas berada di kasta tertinggi dan bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa.

Tabel Klasemen Premier League 2025/2026 Pekan ke-17

Klub

POIN

T

M

S

K

GM

GK

SG

1. Arsenal

39

17

12

3

2

31

10

21

2. Man City

37

17

12

1

4

41

16

25

3. Aston Villa

36

17

11

3

3

27

18

9

4. Chelsea

29

17

8

5

4

29

17

12

5. Liverpool

29

17

9

2

6

28

25

3

6. Sunderland

27

17

7

6

4

19

17

2

7. Man Utd

26

17

7

5

5

31

28

3

8. Crystal Palace

26

17

7

5

5

21

19

2

9. Brighton

24

17

6

6

5

25

23

2

10. Everton

24

17

7

3

7

18

20

-2

 

Memang, sepak bola Inggris tidak pernah gagal memberikan tontonan yang menghibur, dan pekan ke-18 ini dipastikan akan menjadi salah satu babak paling seru dalam buku perjalanan musim ini.

Bagaimana menurut perspektif Anda? Silhakn tulis di kolom komentar mengenai performa tim kesayangan anda! (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...