Langsung ke konten utama

Raja yang Tak Mau Turun Panggung

Ilustrasi foto (foto hasil tangkapan layar dari https:/fixabay.com)

Oleh Silahudin*)

MENJUAL HARAPAN - Di sebuah negeri yang gemar menabur pujian pada pemimpin, hiduplah seorang mantan raja yang pernah dielu-elukan karena membangun jalan, bendungan, dan mimpi. Ia telah turun tahta, namun bayangannya masih menggantung di langit kekuasaan. Ia tak lagi memegang tongkat komando, tapi suaranya masih menggema di ruang relawan, mengatur arah angin politik.

Raja itu kini berdiri di balik tirai, menunjuk panggung dan berkata, “Lanjutkan dua periode.” Ia menunjuk sang jenderal tua dan putra mahkota muda, seolah ingin memastikan bahwa panggung itu tetap miliknya, meski kursi sudah diduduki orang lain. Ia tak bicara sebagai rakyat biasa, melainkan sebagai dalang yang masih ingin mengatur lakon.

Ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah simfoni post-power syndrome yang dimainkan dengan irama ambisi. Sang mantan raja tak ingin dikenang sebagai bab dalam sejarah, ia ingin menjadi epilog yang menentukan akhir cerita. Ia tak rela panggung berubah warna, tak siap jika tepuk tangan berpindah ke aktor baru.

Kerakusan kekuasaan bukan hanya soal jabatan, tapi soal kendali. Ketika seorang mantan pemimpin masih ingin mengarahkan relawan, membisikkan strategi, dan menentukan arah politik, maka ia bukan sedang memberi nasihat—ia sedang membangun menara bayang-bayang. Menara tempat ia bisa melihat, mengatur, dan mengintervensi dari kejauhan.

Relawan pun berubah fungsi. Mereka bukan lagi suara rakyat, melainkan pasukan yang digerakkan untuk menjaga warisan kekuasaan. Mereka diminta tidak berpikir, hanya mengikuti. Demokrasi pun menjadi sandiwara, di mana pilihan sudah ditentukan sebelum panggung dibuka.

Sang jenderal tua yang kini duduk di kursi kekuasaan tampak kikuk. Ia ingin bekerja, bukan menjadi boneka. Tapi bayangan sang mantan raja terus membayanginya, seperti bayang-bayang pohon besar yang tak memberi ruang bagi tunas baru tumbuh.

Jika ini terus dibiarkan, negeri ini akan menjadi taman kekuasaan yang hanya ditanami satu jenis pohon: pohon keluarga. Rakyat hanya menjadi penonton yang diberi tiket gratis, tapi tak pernah diminta pendapat. Demokrasi menjadi parade, bukan proses.

Seharusnya, seorang mantan pemimpin tahu kapan harus diam. Seperti aktor yang tahu kapan harus turun panggung setelah tepuk tangan terakhir. Tapi di negeri ini, panggung tak pernah kosong. Selalu ada yang ingin kembali tampil, meski lakon sudah selesai.

Dan kita, sebagai rakyat, harus berani bertanya: apakah kita sedang menyaksikan kelanjutan visi, atau hanya ambisi yang dibungkus nostalgia? Apakah kita memilih pemimpin, atau hanya mewarisi bayang-bayang? 

Karena jika panggung politik hanya diisi oleh bayangan masa lalu, maka masa depan akan kehilangan cahaya.*


*) Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Drama 8 Gol di Giuseppe Meazza, Inter Milan Comeback dan Libas Udinese 5-3

MENJUAL HARAPAN — Pertandingan spektakuler diwarnai hujan delapan gol tersaji pada giornata ke-4 Serie A 2026/2027 saat Inter Milan menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Nerazzurri berhasil bangkit dan mengunci kemenangan dramatis 5-3. Laga dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Udinese tampil menggebrak sejak awal babak pertama dan membuat publik tuan rumah terhenyak lewat gol cepat James Abankwah pada menit ke-9. Tujuh menit berselang, giliran Jürgen Ekkelenkamp yang mengoyak jala Inter pada menit ke-16, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Udinese. Tersengat oleh dua gol kejutan tersebut, Inter Milan langsung merespons dengan menaikkan tempo permainan. Usaha keras anak-asuh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 lewat aksi Carlos Augusto yang memperkecil kedudukan. Gelombang serangan Inter berlanjut hingga Nicolò Barella sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-35. Keduduka...