MENJUAL HARAPAN - Di singgasana tertinggi, Persib Bandung (47 poin) masih menggenggam kemudi. Namun, posisi Maung Bandung jauh dari kata aman. Borneo FC mengintai tepat di spion dengan selisih hanya satu angka (46 poin). Menariknya, kedua tim ini masih menyimpan satu "tabungan" pertandingan (baru bermain 20 kali) dibandingkan rival lainnya.
Ancaman Kudeta
Borneo FC adalah tim paling produktif di liga saat ini dengan 36 gol. Jika Persib terpeleset satu kali saja di laga tunda atau pekan depan, Pesut Etam siap menerkam. Keunggulan Persib terletak pada kedalaman skuad dan lini belakang yang paling solid (baru kebobolan 11 gol), namun statistik tidak bermain di lapangan. Jika Bojan Hodak gagal menjaga konsistensi, kudeta dari Samarinda bukan lagi kemungkinan, melainkan keniscayaan.
Intaian Persija
Jangan lupakan Persija Jakarta di posisi ketiga (44 poin). Meski sudah bermain 21 kali, Macan Kemayoran menunjukkan tren positif yang bisa mengganggu stabilitas dua tim di atasnya jika mereka kehilangan fokus karena jadwal padat, terutama bagi Persib yang juga berjuang di kancah Asia.
Papan Tengah: Malut United dan Persita yang Menggebrak
Papan tengah musim ini menjadi panggung bagi tim-tim "kuda hitam".
Malut United di posisi keempat (40 poin) tampil luar biasa sebagai pendatang baru yang paling disegani. Mereka bukan hanya pelengkap, tapi penantang serius empat besar.
Persebaya dan Persita bersaing ketat di angka 35 poin. Persita secara mengejutkan merangkak naik, membuktikan bahwa kolektivitas permainan bisa menjungkirbalikkan prediksi pengamat di awal musim.
Tim-tim seperti PSIM Yogyakarta dan Arema FC masih tertahan di papan tengah, namun secara matematis mereka masih punya peluang besar untuk masuk ke zona elit jika mampu meraih kemenangan beruntun di lima laga ke depan.
Papan Bawah dan Horor Zona Degradasi
Di sinilah letak drama yang paling menguras emosi. Jarak poin di papan bawah sangat rapat, membuat setiap pertandingan terasa seperti laga final yang brutal.
Titik Nadir Persis Solo
Sungguh ironis melihat Persis Solo terpuruk di dasar klasemen (peringkat 18) dengan hanya 12 poin. Sebagai tim dengan sejarah besar, mereka kini berada di bibir jurang degradasi. Dengan hanya 2 kemenangan dari 21 laga, Laskar Sambernyawa butuh keajaiban di sisa musim.
Perjuangan Semen Padang & Persijap
Dua tim ini bertengger di posisi 16 dan 17 dengan poin identik, 15. Mereka terjepit dalam situasi yang sangat sulit. Satu kemenangan mungkin bisa mengangkat mereka keluar sementara, tapi konsistensi adalah barang mewah yang belum mereka temukan.
Zona "Belum Aman"
PSBS Biak (17 poin) dan Madura United (19 poin) juga belum bisa tidur nyenyak. Madura United, yang musim lalu merupakan finalis, kini harus berjuang keras hanya untuk sekadar bertahan hidup di kasta tertinggi.
Catatan
Pertarungan gelar juara akan ditentukan oleh bagaimana Persib dan Borneo FC mengelola kelelahan pemain. Sementara di zona merah, mentalitas akan berbicara lebih banyak daripada taktik. Bagi Persib, ini adalah ujian "mental juara": apakah mereka akan semakin kokoh atau justru ambruk di bawah tekanan konstan Borneo FC.
Liga masih panjang, tapi pekan ke-21 ini telah memberi sinyal jelas, dalam arti, siapa yang tenggelam dan siapa yang siap menjadi juara BRI Super League 2025-2026. (*S_267)
Komentar