MENJUAL HARAPAN – Pemerintah memastikan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam akan menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi pendidikan tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa langkah ini difokuskan pada wilayah Aceh serta sejumlah provinsi di Sumatera yang paling terdampak.
“Sekolah-sekolah yang rusak berat akan kami dahulukan dalam alokasi dana revitalisasi,” ujar Mu’ti dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, penanganan tidak bisa dilakukan dengan pola seragam. Ada bangunan sekolah yang rusak total sehingga harus direlokasi, sementara sebagian lainnya cukup diperbaiki melalui rehabilitasi. Skema revitalisasi mencakup pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas, hingga perbaikan gedung yang masih layak digunakan.
Pemerintah telah mengumpulkan data kerusakan sekolah secara nasional sebagai dasar penyusunan anggaran. Dari laporan sementara, tercatat 54 sekolah tidak dapat beroperasi karena kerusakan berat, sebagian di antaranya hancur total. Daerah terdampak di Sumatra serta Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masuk dalam daftar prioritas.
Sementara itu, Pemerintah Aceh menargetkan kegiatan belajar mengajar kembali dimulai pada 5 Januari 2026. Untuk sekolah yang sarana belajarnya rusak, pembelajaran akan dilakukan dengan metode alternatif, seperti diskusi dan berbagi pengalaman.
“Kami minta proses belajar tetap berjalan agar anak-anak kembali berada di lingkungan sekolah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. (s_267)
Komentar